Renungan Cerita Masa Lalu : "Suamiku Madrasah Hatiku"

Sebagai seorang istri, apalagi pengantin baru yang masih abegeh (umurku baru 20 tahun waktu itu) lagi demen - demennya dipuji sama suami. Pokoknya gagal yang ini, usaha yang itu..kagak ade matinye...hehehe....
Nah...secaranya pengen dipuji pinter berhemat, kalau belanja selalu ke pasar tradisional. Yang harganya murah dan masih bisa ditawar......
Bang berapa cabe? sekilonya 9 ribu... jadi seperapat berapa pak? 2250 neng... udah buletin aja 2000 pak....wah... kejauhan neng... 2200 aja neng... ya udah pak...seperapat yaa... padahal turun gocap doang ngobrolin tawar menawarnya ngabisin energi setara 1 gorengan seribuan  tapi dengan alibi yang disasari ke O'onan akut bilang...jangan nyepelein 50 perak. 1 Milyard juga kagak bakalan jadi 1 Milyard kalau kurang gocap. Ish...ish...tekor sist...tekor..... Nah...kalau anda menemui orang macam ini, bantulah dia dengan memukul kepalanya dengan pantat paci, mungkin dia gak mampu berpikir karena otaknya terlalu keras.
Biasanya muka suami udah belipet sambil lipet tangannya di dada liat istrinya nawar. Tapi istrinya cuek....PeDe ngerasa hebring... jiaahh hebring... bahasa abad firaun sunatan banget.... 
Tibalah suatu hari, kakang raja udah duluan bawa belanjaan ke mobil, istri medit nya jalan di belakangnya disapa kakek penjual tanaman rambutan dan mangga. Neng.. beli neng taneman saya, pengen pulang bapak.
Triiiiiiing... teringatlah si istri medit ini sama halaman luas yang cuma ditanami rumput...kayaknyaa boleh juga niih ditanemin ini....
Berapaan Mang?
10 ribuan aja neng biar cepet. jadi semuanya 50 ribu...kata si bapak
Triiiing.... kemarin nanya di tukang taneman keliling 1 nya 25 ribu gak kurang lagi... hati girang dooong... tapiiii...mikir... cobain di tawar deh...
Halah pak.... kalau mau cepet mah 20 ribu aja..... kata mak medit belagak cool....
25 aja deh neng biar bisa pulang nih bapak. ..
Ya udah deh... saya beli... tapi anterin ke mobil yaa...
Iya neng...
Sampai mobil, kakang raja bingung istrinya beli taneman banyak banget. Tapi dia lebih bingung lagi liat istrinya ngasih uang 25 ribu ke si bapak tua. 25 ribu dijaman 16 tahun lalu itu banyak lhoooo kalau buat dikasih ke tukang kuli angkut. dulu tarifnya masih 1000.
Kamu gak salah ngasih duit tuh? tanyanya penasaran.
Enggak.... kenapa? xixixi taraaaa...aku keren kan nawar nya... 5 pohon dapet 25 ribu kata si istri medit.
Astaga.... itu pedagang? bukan kuli angkut? si bapak tadi jualan tanaman ini? berapa dia jual? si istri medit diberondong pertanyaan.
Dia nawarin 50 ribu, aku tawar 20 ribu gak dikasih, jadinya 25 soalnya si bapaknya mau buru-buru pulang. Jawab si istri medit masih dengan ceria.
Gilaaaaaa, bentak suaminya... Kejar pedagangnya...bayar dengan harga sewajarnya. kalau di tukang bunga harganya 25 ribu berarti di kali 5 jadi 125 ribu. Bayar 125 ribu... katanya dengan suara tinggi
Kenapa??? kan bapaknya aja mau kok jual denganku segitu... istri medit mulai kebingungan dan ketakutan.
Jangan banyak omong... kejar pedagangnya bayar 125 ribu, apa aku buang taneman taneman ini keluar...tegas kakang suami lagi.
Si istri medit lari terbirit-birit ngejar pedagang taneman, yang lagi nunggu angkot.
Pak....pak... saya mau nambahin bayar taneman.... teriaknya sambil berlari.
Si pedagang tanaman memeriksa uangnya. Bener kok neng 25 ribu, katanya memastikan.
Enggak pak... kata suami saya bayarnya harus 125 ribu, ini 100 ribunya.
Kan tadi enengnya nawar 25 ribu bukan 125 ribu. Si bapak mulai kebingungan.
Enggak pak..sama suami saya gak boleh.. katanya harus belinya dengan harga yang sesuai. jadi sama dengan tukang tanaman keliling 25 ribuan dikali 5 jadi 125 ribu. Ini 100 ribuannya... terima ya pak...nanti saya dimarahin sama suami saya.
Tiba-tiba si bapak teriak.... Ya Allah...Alhamdulillah ya Allah..... ini jawaban doa saya. Neng... dari subuh bapak jualan, ngejual 20 ribuan satu gak ada yang mau beli, jangankan nawar. Noleh aja enggak. Bapak udah sedih, anak istri di rumah mau makan apa. Mana yang kecil lagi panas badannya. Hari makin siang, kalau tanaman dibawa pulang ongkos angkotnya mahal. Jadi bapak mah yang penting bisa cepet pulang aja mikirnya, biar bisa ke hutan cari singkong atau talas buat anak istri makan. Ini aja udah Alhamdulillah dibantu eneng jadi bapak bisa pulang. Malah ditambahin lagi.... Ya Allah...neng... nuhun yaaa.... suaminya orang baik neng... enengnya juga nurut sama suami... mudah-mudahan rumah tangganya barokah, rejekinya melimpah yaa neng... bapak mau buru-buru pulang biar istri sama anak bapak seneng katanya dengan berkaca-kaca.
Si istri medit tercekat, menyesal setengah mati atas prilakunya. Cuma bisa diam 1000 bahasa, Mulut terkunci sambil berjalan lunglai menuju parkiran mobil.
Di mobil suami shalih menunggu, sambil mulai mengendarai mobil ia menasehati istrinya yang medit....
Ayang lain kali gak boleh begitu. Nawar jangan kebangetan. Kayak bapak itu dia kan nyari uang buat makan. Coba kamu pikir, berapa waktu yang dibutuhin buat nyangkok tanaman itu. Selama itu dia butuh makan, butuh hidup. Kamu bandingin sama 25 ribu itu, apa itu pantas? Nanti tanamanya berbuah kita makan, apa enak sementara pedagangnya jual sengsara? Jangan nyusahin orang yang cari makan. Kita kan alhamdulillah gak sampe kayak gitu nyari makan. Ya... lain kali gak boleh kayak gitu yaaa... maaf yaa tadi aku bentak.... katanya sambil mengusap kepala istrinya.
Dia tidak tahu kalau Air mata istrinya mengalir..bukan karena dibentak....tapi karena malu atas prilaku serakah dirinya sendiri, hingga hampir menghisap darah orang lain.... Dia merasa malu pada Allah, malu pada bapak pedagang buah dan malu pada suami shalihnya atas kepicikannya.
Sejak saat itu, tak pernah lagi berani menawar pada para pedagang kecil. Mungkin kita adalah bagian dari doa mereka, semoga tangan kita adalah tangan yang terpilih meringankan beban orang lain. Suamiku, engkaulah madrasah hatiku, I Love you full..!!!

Siapakah Sebenarnya Dr. Zakir Naik ?


 


Siapa yang tak kenal Dr. Zakir Naik ?
 
Disarikan dari wikipedia, nama lengkapnya adalah Zakir Abdul Karim terlahir pada 18 Oktober, 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu).

Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang berkecimpung dalam dakwah Islam dan perbandingan agama.
Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja Muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis, Peace TV dari Mumbai, India.
Jika kita melihat tayangan video di Youtube, debat dan cermah Dr. Naik seringkali dihadiri oleh ribuan jamaah. tidak hanya hanya orang Islam saja juga oleh kristen, hindu, budha, bahkan ateisme yang kerap kali menjadi jamaah dan mengambil kesampatan pada sesi tanya-jawab.
Ketika diberi pertanyaan yang tak jarang menentang Islam, ia selalu mengawali jawabannya dengan memuji pertanyaan yang dilontarkan penanya, lalu menjawab dengan sistematik, Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan tersebut dari mendasar kemudian dengan pengandaian-pengandaian yang dengan mudah ditangkap akal sehat, serta tak lupa ia sertai dengan dalil-dalil yang lebih meyakinkan para penanya.

Dr. Zakir Naik dengan kemampuan yang dimilikinya berupa hafalan yang teramat kuat tidak hanya mampu menghafalkan Al-Qur’an dan Shahih Bukhari Muslim, akan tetapi beliau juga telah menguasai kitab Weda, Tripitaka, Bhagavad gita, bahkan telah menggerakkan hati ribuan penganut Hindu di India dan menjadi mu’allaf. Beliau tanpa ragu-ragu juga mengoreksi pastur dan pendeta jika mereka salah dalam mengutip ayat-ayat dalam bibble atau injil.

Bahkan Zakir Naik sempat membuat kemarahan komunitas Syiah dalam Konferensi Damai di Mumbai pada tahun 2007, ketika ia menyebutkan kata-kata “Radhiyallah taa’la anhu” (Semoga Allah meridhoinya) untuk Yazid. Dan sekarang mulai terlihat orang-orang yang tidak bertanggung jawab mulai menebar fitnah. Setelah Orang-orang Syiah, musuh-musuhnya yang lainnya pun mulai menghembuskan isu Wahabi kepada Dr. Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik sendiri memiliki tokoh yang menjadi inspirasinya yakni Ahmed Deedat. Namun, Dr. Zakir Naik tidak memiliki banyak agenda Debat Terbuka layaknya Ahmed Deedat karena hampir semua tantangan debat yang dilayangkan oleh Dr. Zakir Naik tidak mendapat respon dari gereja-gereja, bahkan sampai sekarang belum ada berita apakah ada Pendeta yang berani berhadapan langsung dengan beliau. Oleh karena itu, Dr. Zakir Naik dijuluki “Ahmed Deedat Plus” yang telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengan beliau yang argumentasinya belum pernah terpatahkan.

Dakwah-dakwahnya disampaikan dengan mudah dapat diakses melalui situs youtube yang kebanyakan berasal dari saluran Peace TV yang direkam dengan kefasihan beliau dalam berbahasa Inggris, bahkan beberapa telah disertai subtitle Indonesia.

Benarkah Pulau Sumatra Telah Dikenal Sejak Zaman Rasulullah SAW ?


Pernyataan ini diungkap Prof. Dr. Muhammad Syed Naquib al-Attas di buku terbarunya “Historical Fact and Fiction” yang di seminarkan November 2011 lalu.

Syed Muhammad al Naquib al Attas lahir di Bogor, 5 September 1931 adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur.

Kesimpulan Al-Attas ini berdasarkan inductive methode of reasoning. Metode ini, ungkap al-Attas, bisa digunakan para pengkaji sejarah ketika sumber-sumber sejarah yang tersedia dalam jumlah yang sedikit atau sulit ditemukan, lebih khusus lagi sumber-sumber sejarah Islam dan penyebaran Islam di Nusantara memang kurang.

Ada dua fakta yang al-Attas gunakan untuk sampai pada kesimpulan di atas :

Pertama, bukti sejarah Hikayat Raja-Raja Pasai yang di dalamnya terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah saw menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari. Hikayat Raja-raja Pasai antara lain menyebutkan sebagai berikut:
…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda“Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin Samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (sediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu”

Dasarnya tentu sangat kuat baik secara teologis maupun secara antropologis. Menurutnya, Hamzah Fansuri, Nurruddin Ar-Raniry, Syamsuddin As-Sumatrani, Syech Abdurrauf As-singkili yang terkenal dengan nama Syeikh di Kuala atau Syiah Kuala adalah sekian diantara ulama besar Aceh yang pernah ada di zaman keemasan kesultanan Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Bahkan, sekian diantara Wali Songo memiliki garis hubungan pendidikan atau lulusan (alumni) yang berguru di Samudera Pasai sebagai pusat peradaban Islam Asia tenggara kala itu. Bahkan beberapa diantaranya ada yang memiliki hubungan keturunan dengan Aceh penyebar Islam di tanah Jawa.

Sumber wikipedia menyebutkan, bahwa asal-usul penamaan pulau "Sumatra" sendiri berasal dari keberadaaan sebuah kerajaan benama Samudera Pasai (terletak di pantai pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang. (Nicholaas Johannes Krom, De Naam Sumatra, BKI, 100, 1941.) 

Kedua, berupa terma “kāfūr” yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Kata ini berasal dari kata dasar “kafara” yang berarti menutupi. Kata “kāfūr” juga merupakan nama yang digunakan bangsa Arab untuk menyebut sebuah produk alam yang dalam Bahasa Inggris disebut camphor, atau dalam Bahasa Melayu disebut dengan kapur barus.

Masyarakat Arab menyebutnya dengan nama tersebut karena bahan produk tersebut tertutup dan tersembunyi di dalam batang pohon kapur barus/pohon karas (cinnamomum camphora) dan juga karena “menutupi” bau jenazah sebelum dikubur.
Produk kapur barus yang terbaik adalah dari Fansur (Barus) sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terletak di pantai barat Sumatra.

Dengan demikian tidak diragukan wilayah Nusantara lebih khusus lagi Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah dari para pedagang dan pelaut yang kembali dengan membawa produk-produk dari wilayah tersebut (pasai) dan dari laporan tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar tentang tempat-tempat yang telah mereka singgahi.

Wallohua'lam...

Pak Polisi Yang Santri

Guyonan Santri 😄

Pelapor: "Pak Polisi, di daerah kami ada pengajian sesat Pak, tolong dibubarkan karena meresahkan warga."

Polisi: "Meresahkan gimana? Memang mereka nyetel musik nyaring2?"

Pelapor: "Gak Pak. Kata mereka musik itu laghwun."

Polisi: "Terus? Oh, saya tahu. Pasti mereka ngajak demo ya?"

Pelapor: "Gak Pak. Kata mereka kita harus ta'at pada pemerintah."

Polisi: "Atau tawuran?"

Pelapor: "Gak Pak. Mereka bilang haram mengacungkan senjata ke orang Islam."

Polisi: "Ngajakin ngebom ya?"

Pelapor: "Bukan juga, Pak. Katanya membunuh kafir non-Harby itu haram."

Polisi: "Oooh. . . Pasti mereka lagi pesta sex?"

Pelapor: "Bapak jangan ngawur, wong wanitanya berhijab semua."

Polisi: "Biasanya pengajian meresahkan itu karena dzikir berjamaahnya pake mikrofon?"

Pelapor: "Gak Pak. Kata mereka itu bid'ah!"

Polisi: "Apa suara kasidahan ibu2nya jelek?"

Pelapor: "Sudah saya bilang mereka gak suka nyanyi!"

Polisi: "Terus? Kenapa mesti saya bubarkan?"

Pelapor: "Karena begini, Pak. Karena mereka itu. . . . Karena. . . . Begini lho. . . . Hmmm. . . Apa ya?"

Polisi: "Bapak silahkan buat laporan yang jelas dulu. Allah berfirman, "Wala taqfu ma laysa laka bihi 'ilm". Jangan mengikuti apa yang kamu tidak tahu ilmunya."

Pelapor: "Wah, ternyata bapak pinter agama, hafal ayat juga. Ikut kajian dimana Pak, saya boleh ikut?"

Polisi: "Ya di pengajian yg kau bilang sesat tadi"

Na'udzubillah, Di Negara Ini Dilarang Beragama Islam


Inilah Angola, negara Afrika pertama yang melarang seluruh warganya untuk memeluk agama Islam, atau pun menyebarkannya. Tak hanya itu, semua masjid yang sudah ada juga ditutup.
Larangan itu diumumkan sendiri oleh Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, pada hari Minggu (30/8/2015), menurut laporan On Islam. "Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kami," katanya.
Pengumuman larangan agama Islam di Angola pertama kali dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Rosa Cruz e Silva. Menurutnya, agama Islam tidak mendapat persetujuan dari kementerian keadilan dan hak asasi manusia.
"Proses legalisasi Islam tidak mendapat persetujuan dari kementerian keadilan dan hak asasi manusia, masjid-masjid mereka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Silva.
Dia menambahkan bahwa Islam dilarang di negaranya karena ajarannya dianggap bertentangan dengan kebudayaan Angola.
Populasi di Angola mencapai 16 juta jiwa, di mana mayoritas warganya memeluk Kristen. Sementara itu, hanya ada 80 ribu warga yang memluk agama Islam. Kebanyakan muslim di Angola adalah pengungsi dari Afrika Barat dan Lebanon, menurut departemen luar negeri AS.
Inilah gambaran jelas yang terbaru, bahwa di mana pun, ternyata minoritas masih jadi kata yang paling disukai.

Kisah Bung Karno Kepergok Saat Menyamar di Kawasan Senen

Kisah Bung Karno Kepergok Saat Menyamar di Kawasan Senen

Sebagai seorang Presiden yang lahir dari rahim rakyat jelata, Bung Karno merasa dekat dengan rakyat. Sepanjang perjuangan pergerakan kemerdekaan, ia selalu dikelilingi rakyat, didukung rakyat, diikuti rakyat ke mana pun telunjuknya mengarah.

Karenanya, sekalipun ia telah menyandang predikat Presiden, kebiasaan untuk berada di tengah-tengah rakyat jelata tak pernah bisa sirna. Dalam biografinya, "Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia," karya Cindy Adams, ia mengatakan, sering merasa lemas, napas seakan berhenti apabila tidak bisa keluar Istana dan bersatu dengan rakyat-jelata yang melahirkannya.

Karena itu pula, ia tak jarang keluar Istana seorang diri, ada kalanya dikawal seorang ajudan berpakaian preman. Bagaimana ia menyamar?
Menurut Bung Karno, tidak terlalu sulit. Sebab, rakyat kebanyakan sangat lekat dengan penampilan Bung Karno khas dengan baju seragam dan peci hitam.

Maka, ketika Bung Karno berganti pakaian, memakai sandal, pantalon, atau hanya berkemeja, lalu mengenakan kacamata berbingkai tanduk, rupa Bung Karno sudah beda sama sekali.

Dengan cara itu, Bung Karno bisa leluasa masuk-keluar pasar tanpa dikenali orang. Ia merasa kepunyaan rakyat, karenanya menjadi lebih nyaman bila berada di tengah rakyat. Perasaan Bung Karno langsung tenteram jika mendengar percakapan riuh orang-orang.

Bung Karno menyimak rakyat bergunjing, rakyat bergosip, rakyat berdebat, rakyat berkelakar. Pada saat itulah, Bung Karno merasakan sebuah kekuatan merasuk, mengaliri seluruh pembuluh darah.

Dari satu tempat ke tempat lain, sesekali bahkan Bung Karno berhenti di pinggir jalan, memesan sate ayam yang disajikan menggunakan pincuk daun pisang, dan memakannya sambil duduk di trotoar. Saat-saat seperti itulah Bung Karno merasakan kesenangan luar biasa.

Roso Daras menceritakan dalam bukunya, "Total Soekarno" bahwa  ada kalanya, penyamarannya berantakan kalau Bung Karno kelupaan. Lupa untuk tidak berbicara. Lupa untuk tidak mengeluarkan suara.
Seperti yang terjadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, di dekat lokasi pembangunan gudang stasiun. Waktu itu, spontan saja ia bertanya kepada tukang bangunan.
"Dari mana diambil batu bata dan bahan konstruksi yang sudah dipancangkan ini?"
Apa yang terjadi setelah Bung Karno bersuara? Belum sempat tukang bangunan menjawab pertanyaan Bung Karno, terdengar seorang perempuan berteriak kencang sekali.
"Itu suara Bapak… Ya… suara Bapak!!!… Hee… orang-orang, ini Bapak…. Bapak….!!!!"

Dalam sekejap ratusan, kemudian ribuan orang menyemut mengerubungi Bung Karno. Mereka berebut mendesak, menyalami, memegang, suasana pun menjadi gaduh. Ajudan segera mengamankan Bung Karno, menyibak kerumunan massa, memasukkannya ke dalam mobil, dan menghilang.

Subhanalloh, Silaturahim Ternyata Menyehatkan Jantung

 
 
Silaturahim atau menyambut kerabat hukumnya wajib bagi setiap orang islam. Dengan bersilaturahim, kita dapat mengakrabkan hubungan kita dengan kerabat. Dengan silaturahim juga dapat mempererat tali persaudaraan diantara umat muslim.
 
Silaturahim yang baik pun dapat menenangkan hati dan jiwa. Hati yang sehat membawa jasmani yang sehat pula, terutama jantung. Karena jantung dapat memberikan tekanan emosi yang bermacam-macam pada setiap orang.
 
Hal ini dibuktikan oleh seorang dokter bernama Myriam Horsten. Ia adalah dokter spesialis jantung. Sering ia merasa sedih karena setiap tahun harus melihat pasiennya kehilangan nyawa karena serangan jantung.
 
Menurut pengalamannya selama menjadi dokter, pasiennya yang menderita penyakit jantung adalah orang yang hidupnya datar-datar saja tanpa masalah. Sebagian besar pasiennya adalah orang yang senang menyendiri, hidup bahagia tanpa ada masalah menghadapi.
 
Melihat hal tersebut, Myriam merasa heran. Kemudian ia melakukan penelitian dengan beberapa koleganya dari Karolinska Institute, Stockholm, Swedia. Ia merekam detak jantung 300 orang wanita selama 24 jam secara terus menerus.
 
Hasilnya sangat mengejutkan, dari penelitiannya itu diketahui bahwa orang yang sehat adalah mereka yang memiliki detak jantung yang variatif. Artinya, detak jantung mereka berbeda-beda sesuai dengan keadaan emosinya.
 
Hal ini jelas sekali bahwa orang yang melakukan hubungan sosial dengan orang lain atau bersilaturahim dengan orang lain akan memiliki jantung yang sehat. Karena setiap berinteraksi, seseorang akan merasakan senang, tertawa, sedih, geram, takut, optimis, gelisah, dan rasa lainnya.
 
Hal inilah yang memicu jantung agar aktif dan bekerja lebih keras. Ini juga disebut dengan senam jantung.
 
"Jantung dalam kondisi seperti ini adalah jantung yang berolahraga. Jantung ini menjadi terlatih dan kuat. Jantung ini adalah jantung yang sangat sehat," kata Myriam Horsten.
 
"Sebaliknya, jantung orang yang hidupnya datar-datar saja, tenteram dan jarang berinteraksi dengan orang lain memiliki detak jantung yang tidak bevariasi, sehingga jantung menjadi lemah dan rentan terhadap serangan," lanjutnya.
 
Oleh karena itu, perbanyaklah bersilaturahim dengan orang lain. Jangan takut untuk merasa sedih, kecewa, gelisah, atau hal buruk lainnya karena dibalik itu semua kamu akan menemukan kebahagiaan. 
Wallohua'lam...