Yen tho menang tanpo ngasorake klawan musuh
Kalaupun kelak Ratu adil itu menang melawan musuh-musuhnya, dia tidak akan pernah menyoraki/meremehkan musuhnya.
Sekti tanpo aji-aji
Memiliki kesaktian tanpa jimat.
Ratu iki nyolo-wadi
Penguasa yang satu ini penuh dengan misteri.
Wegig, wasis, waskitho
Pandai menyiasati keadaan, berpengetahuan luas, dan memiliki pandangan batin.
Tan kalepyan sesurupaning jaman
Tidak melupakan perubahan-perubahan jaman yang terjadi.
Biso nyembadani ruwet rentenge wong sapirang-pirang
Bisa mengatasi persoalan hidup banyak orang
Begja-begjane sing yakin lan tuhu setya sabdaniro
Beruntunglah mereka yang yakin, patuh, dan setia pada perintahnya
Idune idu geni, sabdane malati
Air ludahnya adalah api, ucapannya mengandung kutukan.
Sing bregudul mesti mati
Yang membangkan pasti mati.
Sopo olo njawat dadine kuwalat
Siapa saja yang berniat buruk padanya akan kualat.
Seperti untaian bait dari Jayabaya di atas, masyarakat Jawa pada umumnya berkeyakinan bahwa suatu saat nanti akan muncul yang namanya Ratu Adil yang
berkuasa. Seorang ulama ahli sunnah pernah berkata, “Sebetulnya Ratu Adil adalah
Al-Qur’an yang syarohnya adalah Al-Hadits.”
Alasan beliau karena
Ratu Adil menurut keyakinan orang Jawa yaitu ‘kesampar kesandung, ora ono wong
weruh’. Artinya: “Sebetulnya Ratu Adil itu ada jelas sekali, bahkan
terkadang tertendang oleh kaki pencarinya, tetapi tidak diketahui.”
Ada yang bertanya, “Apa betul Nabi Isa AS adalah Ratu Adil yang sesungguhnya?.” Ya mungkin bisa jadi begitu karena memang menurut Hadits memang begitu.
Imam Bukhari meriwayatkan:صحيح البخاري - (ج 7 / ص 462) 2070
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ
شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ
ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ
الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا
يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.
Arti (selain isnad)nya: Rasulullah SAW
bersabda, “Demi Dzat yang diriku di TangaNya, niscaya putra Maryam AS
hampir turun sungguh sebagai hakim adil di kalangan kalian. Dia AS akan
menghancurkan Salib, membunuh babi, dan membebaskan pajak. Dan harta
akan melimpah, hingga tak seorang pun menerimanya”.
Lalu, kapankah Isa AS akan turun ke bumi?.
Mungkin jika
pasukan Salibis dan Zionis telah yakin sepenuhnya bahwa Islam telah
lumpuh. Saat itu pasukan Salibis merebut kota Konstantinopel, sehingga
berdampak perang akbar yang mengerikan.”
Imam Muslim meriwayatkan : صحيح مسلم - (ج 14 / ص 85)5157 -
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ
بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ
الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا
قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا
نُقَاتِلْهُمْ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي
بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ
لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ
الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ
أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا هُمْ
يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ
إِذْ صَاحَ فِيهِمْ الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي
أَهْلِيكُمْ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ
خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ
إِذْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ
ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ
حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ
فِي حَرْبَتِهِ.
Arti (selain isnad)nya:
Sesungguhnya
Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat takkan berdiri hingga kaum Romawi turun
di kota Amaq atau Dabiq (dekat Chalab atau Aleppo).
Di hari itu,
pasukan dari Madinah sebaik-baik penduduk bumi, datang pada mereka.
Ketika mereka telah berbaris, kaum Romawi berkata ‘biarkan antara kami
dan orang-orang yang telah menawan kami! Kami akan memerangi mereka
(dulu)’.
Kaum Muslimiin berkata ‘demi Allah kami takkan membiarkan
antara kalian dan antara saudara kami’. Maka kaum Romawi memerangi kaum
Muslimiin. Kaum Muslimiin yang kabur sepertiga, taubat mereka takkan
diterima oleh Allah. Sepertiga lainnya terbunuh sebagai shuhada lebih
utama di sisi Allah. Sisa mereka yang sepertiga menang dan takkan
terkena fitnah untuk selamanya. Lalu mereka merebut kota Qusthanthiniyah
(Constantinople).
Ketika telah membagi rampasan perang dan telah
menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun; tiba-tiba syaitan
berteriak di kalangan mereka ‘sesungguhnya Al-Masih telah menggantikan
kalian di dalam keluarga kalian!’ Sontak mereka keluar, padahal teriakan
itu tipuan.
Ketika kaum Muslimiin pergi ke Syam; Al-Masih keluar.
Ketika mereka bersiap untuk perang, sama menata barisan; shalat pun diiqamati.
Isa bin Maryam AS turun untuk mengimami mereka.
Ketika melihat Isa bin Maryam AS, musuh Allah (Al-Masih Dajjal) mencair
seperti garam di dalam air. Kalau Isa AS membiarkan, niscaya dia
mencair hingga tewas. Tetapi Allah membunuh dia melalui tangan Isa AS.
Pada mereka, Isa AS memperlihatkan darah Dajjal yang melumuri senjatanya.”