VIRUS AKHIR ZAMAN, AKANKAH VIRUS YANG MENGAKHIRI ZAMAN ?

Kolom: Pandemi Corona Pertanda Akhir Zaman? | SOSBUD: Laporan seputar seni,  gaya hidup dan sosial | DW | 12.03.2020

"Akan datang suatu masa dimana musuh-musuhmu kamu akan bersatu untuk merusakmu, seperti bersatunya orang-orang berebut makanan dimeja hidangan. Akan datang suatu waktu dimana kamu akan dikepung sedemikian rupa, yang barat mau menerkam, yang timur mau menghantam, yang selatan mau menyerang dan yang utara mau mencengkeram. Bukan karena sedikitmu saat itu, bahkan kamu banyak dan mayoritas, tapi banyakmu hanya seperti buih di lautan, banyak tetapi tak punya daya dan kekuatan, banyak tetapi mudah dipermainkan gelombang lautan, dihempaskan ditepian pantai tanpa punya makna dan arti. Kondisi mu saat itu kuantitas yang tanpa kualitas, sehingga orang lain mudah saja menyerang, Akidah didangkalkan, dibanjiri peradaban dan kebudayaan yang menjauhkan kita dari sisi Agama, dari segi maksiat dan mungkarat mengepung nilai-nilai Islam."

Dalam sejarah Islam wabah virus seperti ini juga pernah muncul pada zaman Nabi MUHAMMAD SAW. Walaupun bukan virus Corona atau covid-19, namun Nabi punya cara yang sangat efektif dan relevan dengan zaman modern saat ini, seperti Sabda Rasulullah SAW ” Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya, tapi jika terjadi wabah ditempat kamu berada, maka jangan tinggalkan daerah itu..” 

Saat ini dunia sedang diuji, diperingati dan mungkin juga bisa dikatakan hukuman dari ALLAH SWT untuk direnungkan bersama-sama. Saya teringat Firman ALLAH SWT dalam Al’quran (Surah Al-Baqarah 156-157) yang berbunyi ” Dan berikan kabar gembira kepada mereka yang sabar yaitu mereka yang apabila ditimpah musibah, mereka berkata sesungguhnya kami adalah milik ALLAH dan kepadaNYA lah kami kembali ".

Mari Kita renungankan sejenak betapa lemahnya diri manusia dihadapkan pencipta NYA. Negara terkuat dan terhebat seperti, Amerika ,Negara Eropa dan Negara terkaya China dibikin tak berdaya, luluh lantak, hanya dengan makhluk kecil,mungil yang ALLAH SWT turunkan dari langit, untuk apa..?. tentunya sebagai sinyal peringatan, sebagai ibroh dan Hikmah renungan kolbu, agar kita sebagai hamba sadar bahwa kita sangat lemah,hina ,dina dan tidak bisa berbuat apa-apa serta melakukan apapun kalo bukan izin dan Kehendak NYA. 

Hikmah Virus Akhir zaman yang bisa kita petik saat ini adalah : 

1. Menyadari bahwasanya apa yang terjadi dan akan terjadi semata-mata atas Kehendak dan izin ALLAH SWT. 

2. Kita dituntut untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. 

3. Selalu ingin berbuat baik dan Berakhlak terbaik 

4. Senantiasa selalu bersyukur. 

5. Selalu panjatkan Doa agar musibah ini segera berakhir dan mendapat RidhoNya.. 

Hikmah lainnya adalah , manusia menyadari bahwa materialisme dan hedonisme betapa tidak berharga ditengah pandemik ini, dan manusia di paksa untuk tunduk dan mengakui kebesaran-NYA. Aamiin..!!

Download Murottal Al Qur’an 30 Juz Oleh Syaikh Misyari Rasyid



Download Murottal MP3 Al Qur’an 30 Juz Oleh Syaikh Misyari Rasyid, Semoga bermanfaat dan membawa rahmat dan barokah bagi kita semua. Bagi yang ingin mendownload, langsung saja klik linknya. Monggo...!!!


Surah No. Surah Name   Download MP3
1 Al-Fatihah
Download
2 Al-Baqarah
Download
3 Al-Imran
Download
4 An-Nisa’
Download
5 Al-Ma’idah
Download
6 Al-An’am
Download
7 Al-A’raf
Download
8 Al-Anfal
Download
9 At-Taubah
Download
10 Yunus
Download
11 Hood
Download
12 Yusuf
Download
13 Ar-Ra’d
Download
14 Ibrahim
Download
15 Al-Hijr
Download
16 An-Nahl
Download
17 Al-Isra
Download
18 Al-Kahf
Download
19 Maryam
Download
20 Ta­Ha
Download
21 Al-Anbiya’
Download
22 Al-Hajj
Download
23 Al-Mu’minun
Download
24 An-Nur
Download
25 Al-Furqan
Download
26 Ash-Shu’ara’
Download
27 An-Naml
Download
28 Al-Qasas
Download
29 Al-‘Ankabut
Download
30 Ar­Room
Download
31 Luqman
Download
32 As­Sajdah
Download
33 Al­Ahzab
Download
34 Saba’
Download
35 Fatir
Download
36 Ya­Sin
Download
37 As-Saffat
Download
38 Sad
Download
39 Az-Zumar
Download
40 Ghafir
Download
41 Fussilat
Download
42 Ash-Shura
Download
43 Az-Zukhruf
Download
44 Ad-Dukhan
Download
45 Al-Jathiya
Download
46 Al-Ahqaf
Download
47 Muhammad
Download
48 Al-Fath
Download
49 Al-Hujurat
Download
50 Qaf
Download
51 Az-Zariyat
Download
52 At-Tur
Download
53 An-Najm
Download
54 Al-Qamar
Download
55 Ar-Rahman
Download
56 Al-Waqi’ah
Download
57 Al-Hadid
Download
58 Al-Mujadilah
Download
59 Al-Hashr
Download
60 Al-Mumtahinah
Download
61 As-Saff
Download
62 Al-Jumu’ah
Download
63 Al-Munafiqun
Download
64 At-Taghabun
Download
65 At-Talaq
Download
66 At-Tahrim
Download
67 Al-Mulk
Download
68 Al-Qalam
Download
69 Al-Haqqah
Download
70 Al-Ma’arij
Download
71 Nooh
Download
72 Al-Jinn
Download
73 Al-Muzzammil
Download
74 Al-Muddaththir
Download
75 Al-Qiyamah
Download
76 Al-Insan
Download
77 Al-Mursalat
Download
78 An-Naba’
Download
79 An-Nazi’at
Download
80 ‘Abasa
Download
81 At-Takwir
Download
82 Al-Infitar
Download
83 Al-Mutaffifin
Download
84 Al-Inshiqaq
Download
85 Al-Buruj
Download
86 At-Tariq
Download
87 Al-A’la
Download
88 Al-Ghashiyah
Download
89 Al-Fajr
Download
90 Al-Balad
Download
91 Ash-Shams
Download
92 Al-Lail
Download
93 Ad-Duha
Download
94 Ash-Sharh
Download
95 At-Tin
Download
96 Al-‘Alaq
Download
97 Al-Qadr
Download
98 Al-Baiyinah
Download
99 Az-Zalzalah
Download
100 Al-‘Adiyat
Download
101 Al-Qari’ah
Download
102 At-Takathur
Download
103 Al-‘Asr
Download
104 Al-Humazah
Download
105 Al-Fil
Download
106 Quraish
Download
107 Al-Ma’un
Download
108 Al-Kauthar
Download
109 Al-Kafirun
Download
110 An-Nasr
Download
111 Al-Masad
Download
112 Al-Ikhlas
Download
113 Al-Falaq
Download
114 An-Nas
Download

Poligami..., Boleh Dihindari Tetapi Tidak Boleh Diingkari

 



Allah Ta’ala berfirman,
{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu” (QS. Al Maaidah:3)

Dan di antara ciri utama seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir adalah merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman :

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا}
Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS al-Ahzaab:36).

Mengingkari sebagian atau bahkan keseluruhan dari syari`at Islam, mengakibatkan pelakunya terancam kufur dan batal keislamannya. Ini harus kita fahami dan menjadi dasar pandang kita dalam memahami segala permasalahan di dalam agama ini.
Dan termasuk ketika kita berbicara tentang poligami, maka sesungguhnya kita sedang berbicara tentang salah satu bagian dari syari`at Islam, sebab poligami diakui ataupun tidak adalah termasuk perkara yang diatur di dalam Islam. 

Lalu sekarang barangkali timbul pertanyaan, bagaimana kalau seorang perempuan tidak siap untuk dimadu?

Sebenarnya tidak ada masalah. Boleh saja dia tidak mau poligami. Tapi jangan ingkari kebolehan dan kehalalan poligami. Jaga lidah dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap pelaku poligami.

Suatu hal yang manusiawi dan tidak bisa dipungkiri, bahwa ketika dimadu, seorang wanita pasti merasakan kecewa, keberatan dan sakit hati. Hal ini tidak jauh berbeda dengan laki-laki, tatkala Allah ta`ala mewajibkan kaum laki-laki untuk qital (jihad dalam bentuk perang/membunuh), maka kaum laki-lakipun sebenarnya tidak senang bahkan membenci amalan tersebut. Isi hati kaum laki-laki ini dibongkar dan diakui sendiri oleh Allah Ta`ala didalam surat Al Baqarah 216:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Demikian itulah syari`at Allah. Dimana kita dituntut untuk menundukkan segala bentuk hawa nafsu, suka dan tidak suka, serta kepuasan dan kekecewaan kita itu untuk dikontrol oleh syari`at Allah. Hal itu konsekuensi logis terhadap pengakuan keimanan kita kepada Allah Ta`ala. Makanya Allah Ta`ala menegaskan bahwa belum tentu sesuatu yang kita benci itu jelek bagi kita dan sebaliknya belum tentu yang kita sukai itu baik bagi kita, sebab hanya Allah-lah satu-satunya pihak yang paling mengetahui baik buruknya sesuatu bagi hambanya.

Dalam hal ini ujian semacam itu dialami oleh kaum wanita dalam bentuk syari`at poligami. Dimana perasaan dan naluri wanita tidak menyukai amalan tersebut. Namun justru disinilah letak ujian bagi keimanan seorang wanita mukmin. Kekecewaan wanita kepada suaminya yang memadunya bila disalurkan kepada sunnah, yakni menyikapinya dengan ikhlash dan sabar menghadapai ketentuan Allah atas dirinya itu, maka akan meningkatkan derajatnya menjadi khairun nisa` (wanita shalihah), akan tetapi bila kekecewaan itu disalurkan kepada hawa nafsu syaithaniyyah yakni lepas dari kontrol agama dalam meluapkan kekecewaan tersebut dan semata-mata mengikuti naluri kewanitaannya, maka sikap tersebut akan menghancurkan hidupnya dan akan menyebabkan malapetaka dalam hidupnya, serta kehinaan di akhirat kelak.

Demikianlah sesungguhnya syari`at poligami ini pada saat-saat ini seakan-akan menjadi ujian yang sangat berat terhadap kekuatan iman seorang mukmin khususnya mukminah, dimana di dalam menghadapi ujian ini ada yang sukses yakni mereka yang mampu menyalurkan kekecewaannya kepada sunnah (tuntunan Islam), dan ada pula yang gagal yakni mereka yang menyalurkan kekecewaannya terhadap poligami ini kepada hawa nafsu syaithaniyyah yang akhirnya berujung kepada kebencian kepada sunnah Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam ini atau bahkan kekufuran dan batalnya keislamannya dengan sebab mengingkari adanya syari`at poligami ini. 
Na`udzubillahi Min dzalik, hanya mereka yang dirahmati Allah-lah yang akan dimudahkan melalui ujian ini dengan sukses. 

Sekedar catatan, dalam soal syariat yang memang ditetapkan oleh Allah Ta'ala, kita tidak memiliki hak untuk setuju atau tidak setuju. Jika seseorang menjalankan, itu bukanlah karena setuju atau sekedar sesuai dengan perasaannya. Begitu pula seseorang yang tidak melakukan pernikahan secara poligami, juga sama sekali bukan karena menolak syariat.

Intinya, bolehlah anda tidak sepenuhnya suka di dalam hati, dan tidak berniat melaksanakannya, tapi jangan sampai rasa tersebut menjadikan anda benci dan mengingkarinya, yang akan menjadikan anda jatuh pada lembah kekufuran.
 
Wallahu A`lam...

Sayidina Ali, Sahabat Yang Hebat Karena Diberkahi

 
 

Sayidina Ali RA Sangat Kuat

Di dalam kitab syarah Bukhari bernama Fathul-Bari, tulisan Ibnu Hajar: فتح الباري لابن حجر (7/ 478)

وَذكر بن إِسْحَاقَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ عَلِيٍّ حِينَ بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَايَتِهِ فَضَرَبَهُ رَجُلٌ مِنْ يَهُودَ فَطَرَحَ تُرْسَهُ فَتَنَاوَلَ عَلِيٌّ بَابًا كَانَ عِنْدَ الْحِصْنِ فَتَتَرَّسَ بِهِ عَنْ نَفْسِهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَنَا فِي سَبْعَةٍ أَنَا ثَامِنُهُمْ نَجْهَدُ عَلَى أَنْ نَقْلِبَ ذَلِكَ الْبَابَ فَمَا نَقْلِبُهُ وَلِلْحَاكِمِ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَرَ وَأَنَّهُ جُرِّبَ بَعْدَ ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلْهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا وَالْجَمْعُ بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ وَالْأَرْبَعِينَ عَالَجُوا حَمْلَهُ وَالْفَرْقُ بَيْنَ الْأَمْرَيْنِ ظَاهِرٌ وَلَوْ لَمْ يَكُنْ إِلَّا بِاخْتِلَافِ حَالِ الْأَبْطَالِ وَزَادَ مُسْلِمٌ فِي حَدِيثِ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ وَخَرَجَ مَرْحَبٌ فَقَالَ قَدْ عَلِمَتْ خَيْبَرُ أَنِّي مَرْحَبُ الْأَبْيَاتَ فَقَالَ عَلِيٌّ أَنَا الَّذِي سَمَّتْنِي أُمِّي حَيْدَرَهْ الْأَبْيَاتَ فَضَرَبَ رَأْسَ مَرْحَبٍ فَقَتَلَهُ فَكَانَ الْفَتْحُ عَلَى يَدَيْهِ وَكَذَا فِي حَدِيثِ بُرَيْدَةَ الَّذِي أَشَرْتُ إِلَيْهِ قَبْلُ وَخَالف ذَلِك أهل السّير فَجزم بن إِسْحَاقَ وَمُوسَى بْنُ عُقْبَةَ وَالْوَاقِدِيُّ بِأَنَّ الَّذِي قَتَلَ مَرْحَبًا هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ وَكَذَا رَوَى أَحْمَدُ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ عَنْ جَابِرٍ.

Artinya:
Ibnu Ishaq menuturkan Hadits Abi Rafi, “Kami pernah keluar bersama Ali RA, ketika dia diutus oleh Rasulullah SAW, agar membawa panji nabi SAW. Dia dipukul dengan pedang oleh lelaki Yahudi. Setelah terbelah, perisainya dilemparkan. Pintu gerbang di sisi benteng diraih dengan tangan, untuk melindungi dirinya dari serangan. Hingga Allah memberi kemenangan padanya:

1. Niscaya saya benar-benar telah menyaksikan; kami berdelapan, membalik pintu gerbang tersebut, sekuat tenaga. Namun kami tidak mampu.”
2. Kitab Hakim, bersumber dari Hadits Jabir; 'Sungguh di hari Perang Khaibar, Ali RA membawa pintu gerbang. Sungguh setelah itu, pintu gerbang berkali-kali diangkat oleh empat puluh pria namun mereka tidak mampu.

Perbedaan dua kejadian ini nyata. Tidak ada perselisihan kecuali keadaan para tokoh yang melakukan.”

Muslim menambah di dalam Hadits Iyas bin Salamah dari ayahnya, “Marhab keluar untuk berkata ‘Penduduk Khaibar telah tahu', saya Marhab” Dan seterusnya.
Ali RA menjawab, “Saya yang disebut-sebut oleh ibu saya ‘hai Macan!’.” Dan seterusnya.
Ali memukul kepala untuk membunuh Marhab, dengan pedang. Kemenangan dianugrahkan oleh Allah pada Ali RA. Dalam Hadits Buraidah yang telah saya tunjuk sebelumnya, juga dijelaskan demikian. Namun sejumlah ahli sejarah menyelisihi riwayat tersebut. Ibnu Ishaq, Musa bin Uqbah, dan Al-Waqidi, memastikan, “Yang membunuh Marhab adalah Muhammad bin Maslamah.”
Ahmad meriwayatkan dengan isnad hasan dari Jabir, juga demikian.

Kesimpulannya, bahwa di dunia ini tidak ada orang yang lebih hebat / lebih sakti daripada orang yang diberkahi oleh Alloh karena ketaqwaan dan ketaatannya pada Alloh.

Mulutmu, Kemuliaan dan Kehinaanmu

 
 

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Konon ada lelaki dari umat zaman dahulu yang ahli beribadah, bernama Mauriq. Suatu hari Mauriq berdiri untuk melakukan shalat. Tiba-tiba angan-angannya melayang pada seorang wanita hingga kejantanannya menegang, terganggu kekhusukan shalatnya. Dia membatalkan shalatnya sambil marah. Dia mengambil busur untuk melepaskan talinya.
Ujung tali diikatkan pada dua testis-nya; ujung lainnya diikatkan pada dua telapak kakinya.[1] Dua kakinya dijulurkan sekuat tenaga agar dua testis-nya lepas.
(Setelah sadar), Mauriq mengambil dua sandal dan dua pakaiannya yang telah compang-camping. Dia berjalan terus (dengan kesakitan) untuk berhenti di daerah yang tak dihuni oleh manusia dan binatang.
Di situ, dia mendirikan gubuk. Dia melakukan shalat terus menerus. Setiap pagi-buta, ada bagian bumi yang membelah, untuk keluar seorang yang membawakan makanan di dalam wadah. Mauriq memakannya hingga kenyang.
Orang misterius masuk lagi kecelah bumi untuk membawa keluar minuman di dalam wadah, untuknya.
Mauriq meminumnya hingga puas.
Setelah orang misterius itu masuk kecelah; celah tanah menutup lagi, seperti semula.
Jika hari telah sore, lelaki misterius berbuat begitu lagi.
Orang-orang lewat di dekat tempat tersebut. Di malam hari, dua orang di antara mereka datang mendekat, untuk bertanya pada Mauriq ‘apa tujuan kami berdua?’.
Mauriq isarah dengan tangan, dan berkata ‘inilah tujuan kalian berdua’.
Dua lelaki itu pergi tidak jauh. Yang satu berkata ‘apa yang mendorong dia menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang? Mari kita tanyakan padanya agar kita tahu!’.
Mereka berdua datang dan bertanya ‘hai Abdallah! Apa yang mendorong kau menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang ini?’.
Mauriq menjawab ‘pergilah! Tinggalkan saya di sini!’.
Mereka berdua bersikeras tak mau pergi, dan bertanya terus padanya. Dia menjawab ‘saya mau menjelaskan pada kalian dengan syarat; yang menyembunyikan cerita ini, akan diberi kemuliaan di dunia dan akhirat oleh Allah? Sedangkan yang memberitakan cerita ini, akan dihinakan oleh Allah, di dunia dan akhirat?’.
Mereka berdua menjawab ‘ya!’.
Mauriq perintah’silahkan kalian tinggal di sini!’.
Di pagi hari, muncul seorang dari belahan bumi, membawakan makanan yang banyaknya tiga-kali lipat dari kemarin.
Mereka bertiga menikmati makanan tersebut hingga kenyang.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi, untuk membawakan minuman sebanyak tiga-kali lipat, daripada yang kemarin.
Mereka bertiga minum hingga puas.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi yang segera menutup lagi. Seorang dari dua lelaki berkata ‘kenapa secepat ini dia mendatangkan makanan dan minuman? Dan yang lebih aneh, dia tahu maksud tujuan kita? Ayo kita amati terus tingkah-laku dia hingga sore nanti!’.
Di sore (yang mendebarkan itu) mereka berdua dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, membawakan makanan dan minuman seperti di waktu paginya.
Seorang dari dua lelaki itu berkata ‘kita di sini saja, hingga pagi besok!’.
Di pagi buta mereka dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, untuk membawakan hidangan makanan dan minuman seperti biasanya.
Mereka berdua meninggalkan Mauriq sendirian di tempat yang sepi.
Yang seorang diterima sebagai pegawai kerajaan, yang bertugas menjaga pintu gerbang. Namun pangkatnya dinaikkan terus hingga akhirnya menjadi menteri khusus yang sering ngobrol dengan raja.
Yang lain kembali lagi menekuni perdagangannya seperti dulu sebelumnya.
 
Raja yang bertahta sangat benci pada orang bohong. Orang yang ketahuan bohong, maka disalib dan dibunuh.
Di malam pertemuan agung yang indah, orang-orang dekat raja bercerita, mengenai keajaiban yang pernah mereka ketahui, di hadapan raja. Dia hadir dalam pertemuan tersebut.
Setelah bercerita panjang-lebar mengenai keajaiban didengar, raja berkata ‘saya mutlak belum pernah mendengar kisah yang lebih menakjubkan daripada ini’. Lalu melanjutkan kisahnya yang menarik perhatian orang-orang dekatnya yang hadir di situ.
Lelaki itu berkata ‘saya juga punya cerita yang menakjubkan’. Lalu dia menceritakan keajaiban Mauriq yang pernah disaksikan bersama temannya di tempat yang jauh dari manusia dan binatang.
Dia (terkejut) oleh cemoohan raja, ‘saya mutlak belum pernah mendengar kebohongan yang lebih besar daripada ini’.
Dia makin terkejut ketika raja membentak ‘demi Allah kau harus mendatangkan bukti dari kebenaran kisah ini! Kalau tidak bisa! Sungguh kau akan saya salib!’.
Dia berkata ‘yang menyaksikan kebenaran kisah saya, fulan’.
Raja berkata ‘dia orang yang saya ridhoi persaksiannya. Datangkan dia kemari!’.
Ketika saksi yang ditunjuk telah datang, ditanya oleh raja ‘dia telah bercerita padaku bahwa, kalian berdua pernah pernah melihat lelaki (begini-begini)?’.
Lelaki yang didatangkan menjawab ‘Raja yang mulia! Tuan tidak tahu bahwa cerita ini bohong. Ini tidak mungkin terjadi. Dan kalau saya bercerita mengenai ini, pasti saya disalib karena kekuasaan Tuan’.
Raja berkata ‘kau telah benar dan telah berbuat baik’.
Nabi SAW bersabda ‘orang yang bisa merahasiakan (kehebatan Mauriq), diangkat sebagai orang pilihan, yang sering berbicara khusus bersama raja; orang yang satunya disalib’.”
Al-Mufaddhal bin Fadhalah (الْمُفَضَّل بْن فَضَالَة) berkata, “Bakr bin Abdillah Al-Muzani (بَكْر بْن عَبْد اللَّه الْمُزَنِيّ) mengamati lalu bertanya pada Tsumamah bin Abdillah bin Anas (ثُمَامَة بْن عَبْد اللَّه بْن أَنَس) ‘ya Abal-Mutsanna! Kau pernah mendengar kakekmu menceritakan Hadits ini dari Rasulillah?’.
Tsumamah bin Abdillah menjawab ‘betul’.”

Sejatinya "RATU ADIL"




Yen tho menang tanpo ngasorake klawan musuh
Kalaupun kelak Ratu adil itu menang melawan musuh-musuhnya, dia tidak akan pernah menyoraki/meremehkan musuhnya.
Sekti tanpo aji-aji
Memiliki kesaktian tanpa jimat.
Ratu iki nyolo-wadi
Penguasa yang satu ini penuh dengan misteri.
Wegig, wasis, waskitho
Pandai menyiasati keadaan, berpengetahuan luas, dan memiliki pandangan batin.
Tan kalepyan sesurupaning jaman
Tidak melupakan perubahan-perubahan jaman yang terjadi.
Biso nyembadani ruwet rentenge wong sapirang-pirang
Bisa mengatasi persoalan  hidup banyak orang
Begja-begjane sing yakin lan tuhu setya sabdaniro
Beruntunglah mereka yang yakin, patuh, dan setia pada perintahnya
Idune idu geni, sabdane malati
Air ludahnya adalah api, ucapannya mengandung kutukan.
Sing bregudul mesti mati
Yang membangkan pasti mati.
Sopo olo njawat dadine kuwalat
Siapa saja yang berniat buruk padanya akan kualat.

Seperti untaian bait dari Jayabaya di atas, masyarakat Jawa pada umumnya berkeyakinan bahwa suatu saat nanti akan muncul yang namanya Ratu Adil yang berkuasa. Seorang ulama ahli sunnah pernah berkata, “Sebetulnya Ratu Adil adalah Al-Qur’an yang syarohnya adalah Al-Hadits.”
Alasan beliau karena Ratu Adil menurut keyakinan orang Jawa yaitu ‘kesampar kesandung, ora ono wong weruh’. Artinya: “Sebetulnya Ratu Adil itu ada jelas sekali, bahkan terkadang tertendang oleh kaki pencarinya, tetapi tidak diketahui.”
Ada yang bertanya, “Apa betul Nabi Isa AS adalah Ratu Adil yang sesungguhnya?.” Ya mungkin bisa jadi begitu karena memang menurut Hadits memang begitu.

Imam Bukhari meriwayatkan:صحيح البخاري - (ج 7 / ص 462) 2070

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

Arti (selain isnad)nya: Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang diriku di TangaNya, niscaya putra Maryam AS hampir turun sungguh sebagai hakim adil di kalangan kalian. Dia AS akan menghancurkan Salib, membunuh babi, dan membebaskan pajak. Dan harta akan melimpah, hingga tak seorang pun menerimanya”.

Lalu, kapankah Isa AS akan turun ke bumi?.
Mungkin jika pasukan Salibis dan Zionis telah yakin sepenuhnya bahwa Islam telah lumpuh. Saat itu pasukan Salibis merebut kota Konstantinopel, sehingga berdampak perang akbar yang mengerikan.”

Imam Muslim meriwayatkan : صحيح مسلم - (ج 14 / ص 85)5157 -

 حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ إِذْ صَاحَ فِيهِمْ الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ.
Arti (selain isnad)nya:
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat takkan berdiri hingga kaum Romawi turun di kota Amaq atau Dabiq (dekat Chalab atau Aleppo).
Di hari itu, pasukan dari Madinah sebaik-baik penduduk bumi, datang pada mereka. Ketika mereka telah berbaris, kaum Romawi berkata ‘biarkan antara kami dan orang-orang yang telah menawan kami! Kami akan memerangi mereka (dulu)’.
Kaum Muslimiin berkata ‘demi Allah kami takkan membiarkan antara kalian dan antara saudara kami’. Maka kaum Romawi memerangi kaum Muslimiin. Kaum Muslimiin yang kabur sepertiga, taubat mereka takkan diterima oleh Allah. Sepertiga lainnya terbunuh sebagai shuhada lebih utama di sisi Allah. Sisa mereka yang sepertiga menang dan takkan terkena fitnah untuk selamanya. Lalu mereka merebut kota Qusthanthiniyah (Constantinople).
Ketika telah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun; tiba-tiba syaitan berteriak di kalangan mereka ‘sesungguhnya Al-Masih telah menggantikan kalian di dalam keluarga kalian!’ Sontak mereka keluar, padahal teriakan itu tipuan.
Ketika kaum Muslimiin pergi ke Syam; Al-Masih keluar.
Ketika mereka bersiap untuk perang, sama menata barisan; shalat pun diiqamati.
Isa bin Maryam AS turun untuk mengimami mereka.
Ketika melihat Isa bin Maryam AS, musuh Allah (Al-Masih Dajjal) mencair seperti garam di dalam air. Kalau Isa AS membiarkan, niscaya dia mencair hingga tewas. Tetapi Allah membunuh dia melalui tangan Isa AS.
Pada mereka, Isa AS memperlihatkan darah Dajjal yang melumuri senjatanya.”

BILAMANA UMUR SUDAH 40 TAHUN


 

1. Umur 40 tahun merupakan puncaknya masa remaja…ibarat kita sedang dipuncak gunung lalu setelah itu kita akan berjalan turun, apakah lambat atau cepat untuk sampai tujuan (alam kubur)….

2. Umur 40 tahun berada pada persimpangan jalan terakhir apakah akan lebih baik atau malah lebih buruk ketika di akhir perjalan kehidupannya karena umur umat nabi Muhammad antara 60 hingga 70 tahun atau lebih dari itu…

3. Umur 40 tahun sudah saatnya semakin memperbanyak ibadah hingga ajal menjemput dan perbanyak berdoa agar diwafatkan dalam keadaan muslim dan dikumpulkan bersama orang2 muslim.

4. Umur 40 tahun sudah saatnya muhasabah, memperbanyak istighfar memohon ampun pada Allah atas dosa2 yang telah kita lakukan dimasa lalu (Taubatan nasuha).

5. Umur 40 tahun lebih memperbanyak berdoa agar anak2 keturunan kita menjadi anak2 yang shalih yang ikhlas mendoakan orang tuanya baik ketika masih hidup maupun sudah tiada…

6. Umur 40 tahun jangan sampai melenakan kita dari kecintaan pada harta dan anak2 kita secara berlebihan, maka infaqkanlah dijalan Allah sebagian rizqi yang telah Allah karuniakan pada kita.

7. Umur 40 tahun (terutama ikhwan) wajib semakin berbakti dan berbuat baik kepada orangtua jika masih hidup karena kita dan harta kita milik orang tua kita, maka perbanyak doa agar kita bisa mensyukuri nikmat yang begitu besar yang telah Allah berikan pada kita…jika orang tua kita sudah tiada maka doakan mereka dan kunjungi teman2 akrab orang tua kita yang masih hidup dan berbuat baiklah pada mereka.

8. Umur 40 tahun agar melazimkan doa sebagaimana dalam firman Allah QS. Al Ahqaf : 15

رَبِّ أَوزِعنِي أَن أَشكُرَنِعمَتَكَ الَّتِي أَنعَمتَ عَلَىَّ وَعَلَىوَلِدَىَّ وَأَن أَعمَلَ صَلِحًاتَرضَهُ وَأَصلِح لِىفِى ذُرِّيَّتِي إِنِّى تُبتُ إِلَيكَ وَإِنِّى مِنَ المُسلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri."

Sebagai penutup ingatlah wahai saudaraku… sesungguhnya sebaik2 manusia adalah yang umurnya panjang dan banyak amalnya (sesuai dengan Quran & Hadits).