Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Download Murottal Al Qur’an 30 Juz Oleh Syaikh Misyari Rasyid



Download Murottal MP3 Al Qur’an 30 Juz Oleh Syaikh Misyari Rasyid, Semoga bermanfaat dan membawa rahmat dan barokah bagi kita semua. Bagi yang ingin mendownload, langsung saja klik linknya. Monggo...!!!


Surah No. Surah Name   Download MP3
1 Al-Fatihah
Download
2 Al-Baqarah
Download
3 Al-Imran
Download
4 An-Nisa’
Download
5 Al-Ma’idah
Download
6 Al-An’am
Download
7 Al-A’raf
Download
8 Al-Anfal
Download
9 At-Taubah
Download
10 Yunus
Download
11 Hood
Download
12 Yusuf
Download
13 Ar-Ra’d
Download
14 Ibrahim
Download
15 Al-Hijr
Download
16 An-Nahl
Download
17 Al-Isra
Download
18 Al-Kahf
Download
19 Maryam
Download
20 Ta­Ha
Download
21 Al-Anbiya’
Download
22 Al-Hajj
Download
23 Al-Mu’minun
Download
24 An-Nur
Download
25 Al-Furqan
Download
26 Ash-Shu’ara’
Download
27 An-Naml
Download
28 Al-Qasas
Download
29 Al-‘Ankabut
Download
30 Ar­Room
Download
31 Luqman
Download
32 As­Sajdah
Download
33 Al­Ahzab
Download
34 Saba’
Download
35 Fatir
Download
36 Ya­Sin
Download
37 As-Saffat
Download
38 Sad
Download
39 Az-Zumar
Download
40 Ghafir
Download
41 Fussilat
Download
42 Ash-Shura
Download
43 Az-Zukhruf
Download
44 Ad-Dukhan
Download
45 Al-Jathiya
Download
46 Al-Ahqaf
Download
47 Muhammad
Download
48 Al-Fath
Download
49 Al-Hujurat
Download
50 Qaf
Download
51 Az-Zariyat
Download
52 At-Tur
Download
53 An-Najm
Download
54 Al-Qamar
Download
55 Ar-Rahman
Download
56 Al-Waqi’ah
Download
57 Al-Hadid
Download
58 Al-Mujadilah
Download
59 Al-Hashr
Download
60 Al-Mumtahinah
Download
61 As-Saff
Download
62 Al-Jumu’ah
Download
63 Al-Munafiqun
Download
64 At-Taghabun
Download
65 At-Talaq
Download
66 At-Tahrim
Download
67 Al-Mulk
Download
68 Al-Qalam
Download
69 Al-Haqqah
Download
70 Al-Ma’arij
Download
71 Nooh
Download
72 Al-Jinn
Download
73 Al-Muzzammil
Download
74 Al-Muddaththir
Download
75 Al-Qiyamah
Download
76 Al-Insan
Download
77 Al-Mursalat
Download
78 An-Naba’
Download
79 An-Nazi’at
Download
80 ‘Abasa
Download
81 At-Takwir
Download
82 Al-Infitar
Download
83 Al-Mutaffifin
Download
84 Al-Inshiqaq
Download
85 Al-Buruj
Download
86 At-Tariq
Download
87 Al-A’la
Download
88 Al-Ghashiyah
Download
89 Al-Fajr
Download
90 Al-Balad
Download
91 Ash-Shams
Download
92 Al-Lail
Download
93 Ad-Duha
Download
94 Ash-Sharh
Download
95 At-Tin
Download
96 Al-‘Alaq
Download
97 Al-Qadr
Download
98 Al-Baiyinah
Download
99 Az-Zalzalah
Download
100 Al-‘Adiyat
Download
101 Al-Qari’ah
Download
102 At-Takathur
Download
103 Al-‘Asr
Download
104 Al-Humazah
Download
105 Al-Fil
Download
106 Quraish
Download
107 Al-Ma’un
Download
108 Al-Kauthar
Download
109 Al-Kafirun
Download
110 An-Nasr
Download
111 Al-Masad
Download
112 Al-Ikhlas
Download
113 Al-Falaq
Download
114 An-Nas
Download

Poligami..., Boleh Dihindari Tetapi Tidak Boleh Diingkari

 



Allah Ta’ala berfirman,
{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu” (QS. Al Maaidah:3)

Dan di antara ciri utama seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir adalah merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman :

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا}
Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS al-Ahzaab:36).

Mengingkari sebagian atau bahkan keseluruhan dari syari`at Islam, mengakibatkan pelakunya terancam kufur dan batal keislamannya. Ini harus kita fahami dan menjadi dasar pandang kita dalam memahami segala permasalahan di dalam agama ini.
Dan termasuk ketika kita berbicara tentang poligami, maka sesungguhnya kita sedang berbicara tentang salah satu bagian dari syari`at Islam, sebab poligami diakui ataupun tidak adalah termasuk perkara yang diatur di dalam Islam. 

Lalu sekarang barangkali timbul pertanyaan, bagaimana kalau seorang perempuan tidak siap untuk dimadu?

Sebenarnya tidak ada masalah. Boleh saja dia tidak mau poligami. Tapi jangan ingkari kebolehan dan kehalalan poligami. Jaga lidah dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap pelaku poligami.

Suatu hal yang manusiawi dan tidak bisa dipungkiri, bahwa ketika dimadu, seorang wanita pasti merasakan kecewa, keberatan dan sakit hati. Hal ini tidak jauh berbeda dengan laki-laki, tatkala Allah ta`ala mewajibkan kaum laki-laki untuk qital (jihad dalam bentuk perang/membunuh), maka kaum laki-lakipun sebenarnya tidak senang bahkan membenci amalan tersebut. Isi hati kaum laki-laki ini dibongkar dan diakui sendiri oleh Allah Ta`ala didalam surat Al Baqarah 216:

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Demikian itulah syari`at Allah. Dimana kita dituntut untuk menundukkan segala bentuk hawa nafsu, suka dan tidak suka, serta kepuasan dan kekecewaan kita itu untuk dikontrol oleh syari`at Allah. Hal itu konsekuensi logis terhadap pengakuan keimanan kita kepada Allah Ta`ala. Makanya Allah Ta`ala menegaskan bahwa belum tentu sesuatu yang kita benci itu jelek bagi kita dan sebaliknya belum tentu yang kita sukai itu baik bagi kita, sebab hanya Allah-lah satu-satunya pihak yang paling mengetahui baik buruknya sesuatu bagi hambanya.

Dalam hal ini ujian semacam itu dialami oleh kaum wanita dalam bentuk syari`at poligami. Dimana perasaan dan naluri wanita tidak menyukai amalan tersebut. Namun justru disinilah letak ujian bagi keimanan seorang wanita mukmin. Kekecewaan wanita kepada suaminya yang memadunya bila disalurkan kepada sunnah, yakni menyikapinya dengan ikhlash dan sabar menghadapai ketentuan Allah atas dirinya itu, maka akan meningkatkan derajatnya menjadi khairun nisa` (wanita shalihah), akan tetapi bila kekecewaan itu disalurkan kepada hawa nafsu syaithaniyyah yakni lepas dari kontrol agama dalam meluapkan kekecewaan tersebut dan semata-mata mengikuti naluri kewanitaannya, maka sikap tersebut akan menghancurkan hidupnya dan akan menyebabkan malapetaka dalam hidupnya, serta kehinaan di akhirat kelak.

Demikianlah sesungguhnya syari`at poligami ini pada saat-saat ini seakan-akan menjadi ujian yang sangat berat terhadap kekuatan iman seorang mukmin khususnya mukminah, dimana di dalam menghadapi ujian ini ada yang sukses yakni mereka yang mampu menyalurkan kekecewaannya kepada sunnah (tuntunan Islam), dan ada pula yang gagal yakni mereka yang menyalurkan kekecewaannya terhadap poligami ini kepada hawa nafsu syaithaniyyah yang akhirnya berujung kepada kebencian kepada sunnah Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam ini atau bahkan kekufuran dan batalnya keislamannya dengan sebab mengingkari adanya syari`at poligami ini. 
Na`udzubillahi Min dzalik, hanya mereka yang dirahmati Allah-lah yang akan dimudahkan melalui ujian ini dengan sukses. 

Sekedar catatan, dalam soal syariat yang memang ditetapkan oleh Allah Ta'ala, kita tidak memiliki hak untuk setuju atau tidak setuju. Jika seseorang menjalankan, itu bukanlah karena setuju atau sekedar sesuai dengan perasaannya. Begitu pula seseorang yang tidak melakukan pernikahan secara poligami, juga sama sekali bukan karena menolak syariat.

Intinya, bolehlah anda tidak sepenuhnya suka di dalam hati, dan tidak berniat melaksanakannya, tapi jangan sampai rasa tersebut menjadikan anda benci dan mengingkarinya, yang akan menjadikan anda jatuh pada lembah kekufuran.
 
Wallahu A`lam...

Sejatinya "RATU ADIL"




Yen tho menang tanpo ngasorake klawan musuh
Kalaupun kelak Ratu adil itu menang melawan musuh-musuhnya, dia tidak akan pernah menyoraki/meremehkan musuhnya.
Sekti tanpo aji-aji
Memiliki kesaktian tanpa jimat.
Ratu iki nyolo-wadi
Penguasa yang satu ini penuh dengan misteri.
Wegig, wasis, waskitho
Pandai menyiasati keadaan, berpengetahuan luas, dan memiliki pandangan batin.
Tan kalepyan sesurupaning jaman
Tidak melupakan perubahan-perubahan jaman yang terjadi.
Biso nyembadani ruwet rentenge wong sapirang-pirang
Bisa mengatasi persoalan  hidup banyak orang
Begja-begjane sing yakin lan tuhu setya sabdaniro
Beruntunglah mereka yang yakin, patuh, dan setia pada perintahnya
Idune idu geni, sabdane malati
Air ludahnya adalah api, ucapannya mengandung kutukan.
Sing bregudul mesti mati
Yang membangkan pasti mati.
Sopo olo njawat dadine kuwalat
Siapa saja yang berniat buruk padanya akan kualat.

Seperti untaian bait dari Jayabaya di atas, masyarakat Jawa pada umumnya berkeyakinan bahwa suatu saat nanti akan muncul yang namanya Ratu Adil yang berkuasa. Seorang ulama ahli sunnah pernah berkata, “Sebetulnya Ratu Adil adalah Al-Qur’an yang syarohnya adalah Al-Hadits.”
Alasan beliau karena Ratu Adil menurut keyakinan orang Jawa yaitu ‘kesampar kesandung, ora ono wong weruh’. Artinya: “Sebetulnya Ratu Adil itu ada jelas sekali, bahkan terkadang tertendang oleh kaki pencarinya, tetapi tidak diketahui.”
Ada yang bertanya, “Apa betul Nabi Isa AS adalah Ratu Adil yang sesungguhnya?.” Ya mungkin bisa jadi begitu karena memang menurut Hadits memang begitu.

Imam Bukhari meriwayatkan:صحيح البخاري - (ج 7 / ص 462) 2070

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

Arti (selain isnad)nya: Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang diriku di TangaNya, niscaya putra Maryam AS hampir turun sungguh sebagai hakim adil di kalangan kalian. Dia AS akan menghancurkan Salib, membunuh babi, dan membebaskan pajak. Dan harta akan melimpah, hingga tak seorang pun menerimanya”.

Lalu, kapankah Isa AS akan turun ke bumi?.
Mungkin jika pasukan Salibis dan Zionis telah yakin sepenuhnya bahwa Islam telah lumpuh. Saat itu pasukan Salibis merebut kota Konstantinopel, sehingga berdampak perang akbar yang mengerikan.”

Imam Muslim meriwayatkan : صحيح مسلم - (ج 14 / ص 85)5157 -

 حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ إِذْ صَاحَ فِيهِمْ الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ.
Arti (selain isnad)nya:
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat takkan berdiri hingga kaum Romawi turun di kota Amaq atau Dabiq (dekat Chalab atau Aleppo).
Di hari itu, pasukan dari Madinah sebaik-baik penduduk bumi, datang pada mereka. Ketika mereka telah berbaris, kaum Romawi berkata ‘biarkan antara kami dan orang-orang yang telah menawan kami! Kami akan memerangi mereka (dulu)’.
Kaum Muslimiin berkata ‘demi Allah kami takkan membiarkan antara kalian dan antara saudara kami’. Maka kaum Romawi memerangi kaum Muslimiin. Kaum Muslimiin yang kabur sepertiga, taubat mereka takkan diterima oleh Allah. Sepertiga lainnya terbunuh sebagai shuhada lebih utama di sisi Allah. Sisa mereka yang sepertiga menang dan takkan terkena fitnah untuk selamanya. Lalu mereka merebut kota Qusthanthiniyah (Constantinople).
Ketika telah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun; tiba-tiba syaitan berteriak di kalangan mereka ‘sesungguhnya Al-Masih telah menggantikan kalian di dalam keluarga kalian!’ Sontak mereka keluar, padahal teriakan itu tipuan.
Ketika kaum Muslimiin pergi ke Syam; Al-Masih keluar.
Ketika mereka bersiap untuk perang, sama menata barisan; shalat pun diiqamati.
Isa bin Maryam AS turun untuk mengimami mereka.
Ketika melihat Isa bin Maryam AS, musuh Allah (Al-Masih Dajjal) mencair seperti garam di dalam air. Kalau Isa AS membiarkan, niscaya dia mencair hingga tewas. Tetapi Allah membunuh dia melalui tangan Isa AS.
Pada mereka, Isa AS memperlihatkan darah Dajjal yang melumuri senjatanya.”

Renungan Cerita Masa Lalu : "Suamiku Madrasah Hatiku"

Sebagai seorang istri, apalagi pengantin baru yang masih abegeh (umurku baru 20 tahun waktu itu) lagi demen - demennya dipuji sama suami. Pokoknya gagal yang ini, usaha yang itu..kagak ade matinye...hehehe....
Nah...secaranya pengen dipuji pinter berhemat, kalau belanja selalu ke pasar tradisional. Yang harganya murah dan masih bisa ditawar......
Bang berapa cabe? sekilonya 9 ribu... jadi seperapat berapa pak? 2250 neng... udah buletin aja 2000 pak....wah... kejauhan neng... 2200 aja neng... ya udah pak...seperapat yaa... padahal turun gocap doang ngobrolin tawar menawarnya ngabisin energi setara 1 gorengan seribuan  tapi dengan alibi yang disasari ke O'onan akut bilang...jangan nyepelein 50 perak. 1 Milyard juga kagak bakalan jadi 1 Milyard kalau kurang gocap. Ish...ish...tekor sist...tekor..... Nah...kalau anda menemui orang macam ini, bantulah dia dengan memukul kepalanya dengan pantat paci, mungkin dia gak mampu berpikir karena otaknya terlalu keras.
Biasanya muka suami udah belipet sambil lipet tangannya di dada liat istrinya nawar. Tapi istrinya cuek....PeDe ngerasa hebring... jiaahh hebring... bahasa abad firaun sunatan banget.... 
Tibalah suatu hari, kakang raja udah duluan bawa belanjaan ke mobil, istri medit nya jalan di belakangnya disapa kakek penjual tanaman rambutan dan mangga. Neng.. beli neng taneman saya, pengen pulang bapak.
Triiiiiiing... teringatlah si istri medit ini sama halaman luas yang cuma ditanami rumput...kayaknyaa boleh juga niih ditanemin ini....
Berapaan Mang?
10 ribuan aja neng biar cepet. jadi semuanya 50 ribu...kata si bapak
Triiiing.... kemarin nanya di tukang taneman keliling 1 nya 25 ribu gak kurang lagi... hati girang dooong... tapiiii...mikir... cobain di tawar deh...
Halah pak.... kalau mau cepet mah 20 ribu aja..... kata mak medit belagak cool....
25 aja deh neng biar bisa pulang nih bapak. ..
Ya udah deh... saya beli... tapi anterin ke mobil yaa...
Iya neng...
Sampai mobil, kakang raja bingung istrinya beli taneman banyak banget. Tapi dia lebih bingung lagi liat istrinya ngasih uang 25 ribu ke si bapak tua. 25 ribu dijaman 16 tahun lalu itu banyak lhoooo kalau buat dikasih ke tukang kuli angkut. dulu tarifnya masih 1000.
Kamu gak salah ngasih duit tuh? tanyanya penasaran.
Enggak.... kenapa? xixixi taraaaa...aku keren kan nawar nya... 5 pohon dapet 25 ribu kata si istri medit.
Astaga.... itu pedagang? bukan kuli angkut? si bapak tadi jualan tanaman ini? berapa dia jual? si istri medit diberondong pertanyaan.
Dia nawarin 50 ribu, aku tawar 20 ribu gak dikasih, jadinya 25 soalnya si bapaknya mau buru-buru pulang. Jawab si istri medit masih dengan ceria.
Gilaaaaaa, bentak suaminya... Kejar pedagangnya...bayar dengan harga sewajarnya. kalau di tukang bunga harganya 25 ribu berarti di kali 5 jadi 125 ribu. Bayar 125 ribu... katanya dengan suara tinggi
Kenapa??? kan bapaknya aja mau kok jual denganku segitu... istri medit mulai kebingungan dan ketakutan.
Jangan banyak omong... kejar pedagangnya bayar 125 ribu, apa aku buang taneman taneman ini keluar...tegas kakang suami lagi.
Si istri medit lari terbirit-birit ngejar pedagang taneman, yang lagi nunggu angkot.
Pak....pak... saya mau nambahin bayar taneman.... teriaknya sambil berlari.
Si pedagang tanaman memeriksa uangnya. Bener kok neng 25 ribu, katanya memastikan.
Enggak pak... kata suami saya bayarnya harus 125 ribu, ini 100 ribunya.
Kan tadi enengnya nawar 25 ribu bukan 125 ribu. Si bapak mulai kebingungan.
Enggak pak..sama suami saya gak boleh.. katanya harus belinya dengan harga yang sesuai. jadi sama dengan tukang tanaman keliling 25 ribuan dikali 5 jadi 125 ribu. Ini 100 ribuannya... terima ya pak...nanti saya dimarahin sama suami saya.
Tiba-tiba si bapak teriak.... Ya Allah...Alhamdulillah ya Allah..... ini jawaban doa saya. Neng... dari subuh bapak jualan, ngejual 20 ribuan satu gak ada yang mau beli, jangankan nawar. Noleh aja enggak. Bapak udah sedih, anak istri di rumah mau makan apa. Mana yang kecil lagi panas badannya. Hari makin siang, kalau tanaman dibawa pulang ongkos angkotnya mahal. Jadi bapak mah yang penting bisa cepet pulang aja mikirnya, biar bisa ke hutan cari singkong atau talas buat anak istri makan. Ini aja udah Alhamdulillah dibantu eneng jadi bapak bisa pulang. Malah ditambahin lagi.... Ya Allah...neng... nuhun yaaa.... suaminya orang baik neng... enengnya juga nurut sama suami... mudah-mudahan rumah tangganya barokah, rejekinya melimpah yaa neng... bapak mau buru-buru pulang biar istri sama anak bapak seneng katanya dengan berkaca-kaca.
Si istri medit tercekat, menyesal setengah mati atas prilakunya. Cuma bisa diam 1000 bahasa, Mulut terkunci sambil berjalan lunglai menuju parkiran mobil.
Di mobil suami shalih menunggu, sambil mulai mengendarai mobil ia menasehati istrinya yang medit....
Ayang lain kali gak boleh begitu. Nawar jangan kebangetan. Kayak bapak itu dia kan nyari uang buat makan. Coba kamu pikir, berapa waktu yang dibutuhin buat nyangkok tanaman itu. Selama itu dia butuh makan, butuh hidup. Kamu bandingin sama 25 ribu itu, apa itu pantas? Nanti tanamanya berbuah kita makan, apa enak sementara pedagangnya jual sengsara? Jangan nyusahin orang yang cari makan. Kita kan alhamdulillah gak sampe kayak gitu nyari makan. Ya... lain kali gak boleh kayak gitu yaaa... maaf yaa tadi aku bentak.... katanya sambil mengusap kepala istrinya.
Dia tidak tahu kalau Air mata istrinya mengalir..bukan karena dibentak....tapi karena malu atas prilaku serakah dirinya sendiri, hingga hampir menghisap darah orang lain.... Dia merasa malu pada Allah, malu pada bapak pedagang buah dan malu pada suami shalihnya atas kepicikannya.
Sejak saat itu, tak pernah lagi berani menawar pada para pedagang kecil. Mungkin kita adalah bagian dari doa mereka, semoga tangan kita adalah tangan yang terpilih meringankan beban orang lain. Suamiku, engkaulah madrasah hatiku, I Love you full..!!!