Ada yang berangan-angan, “Seandainya, aku punya ini, pasti bahagia sekali.”
Ada juga yang berangan-angan, “Seandainya dia mau jadi istriku, betapa bahagia.”
Itulah angan-angan manusia, tidak bisa disamakan. Padahal letaknya bahagia ada pada rasa atau hati.
Kalau kita sudah ridho terhadap qodar yang Allah sodorkan pada diri kita, ya kita bahagia.
Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda:
1. “Hindari barang-barang haram! Kau akan menjadi orang yang ibadahnya mengalahkan yang lain!
2. Ridholah pada yang ditentukan untukmu, oleh Allah! Kau akan menjadi lebih kayanya Manusia!
3. Berbuat baiklah pada tetangamu! Kau akan menjadi orang iman (yang sempurna)!
4. Cintai Manusia! Seperti kau mencintai dirimu! Kau akan jadi orang Islam (yang sempurna)!
5. Jangan banyak tertawa! Karena banyak tertawa, mematikan hati!.”
Ada juga yang berangan-angan, “Seandainya dia mau jadi istriku, betapa bahagia.”
Itulah angan-angan manusia, tidak bisa disamakan. Padahal letaknya bahagia ada pada rasa atau hati.
Kalau kita sudah ridho terhadap qodar yang Allah sodorkan pada diri kita, ya kita bahagia.
Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda:
1. “Hindari barang-barang haram! Kau akan menjadi orang yang ibadahnya mengalahkan yang lain!
2. Ridholah pada yang ditentukan untukmu, oleh Allah! Kau akan menjadi lebih kayanya Manusia!
3. Berbuat baiklah pada tetangamu! Kau akan menjadi orang iman (yang sempurna)!
4. Cintai Manusia! Seperti kau mencintai dirimu! Kau akan jadi orang Islam (yang sempurna)!
5. Jangan banyak tertawa! Karena banyak tertawa, mematikan hati!.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar