Silaturahim atau menyambut kerabat hukumnya wajib bagi setiap orang islam. Dengan bersilaturahim,
kita dapat mengakrabkan hubungan kita dengan kerabat. Dengan silaturahim
juga dapat mempererat tali persaudaraan diantara umat muslim.
Silaturahim yang baik pun dapat menenangkan hati dan jiwa. Hati yang sehat membawa
jasmani yang sehat pula, terutama jantung. Karena jantung dapat
memberikan tekanan emosi yang bermacam-macam pada setiap orang.
Hal ini dibuktikan oleh seorang dokter bernama Myriam Horsten. Ia adalah
dokter spesialis jantung. Sering ia merasa sedih karena setiap tahun
harus melihat pasiennya kehilangan nyawa karena serangan jantung.
Menurut pengalamannya selama menjadi dokter, pasiennya yang menderita
penyakit jantung adalah orang yang hidupnya datar-datar saja tanpa
masalah. Sebagian besar pasiennya adalah orang yang senang menyendiri,
hidup bahagia tanpa ada masalah menghadapi.
Melihat hal tersebut, Myriam merasa heran. Kemudian ia melakukan
penelitian dengan beberapa koleganya dari Karolinska Institute,
Stockholm, Swedia. Ia merekam detak jantung 300 orang wanita selama 24
jam secara terus menerus.
Hasilnya sangat mengejutkan, dari penelitiannya itu diketahui bahwa
orang yang sehat adalah mereka yang memiliki detak jantung yang
variatif. Artinya, detak jantung mereka berbeda-beda sesuai dengan
keadaan emosinya.
Hal ini jelas sekali bahwa orang yang melakukan hubungan sosial dengan
orang lain atau bersilaturahim dengan orang lain akan memiliki jantung
yang sehat. Karena setiap berinteraksi, seseorang akan merasakan senang,
tertawa, sedih, geram, takut, optimis, gelisah, dan rasa lainnya.
Hal inilah yang memicu jantung agar aktif dan bekerja lebih keras. Ini juga disebut dengan senam jantung.
"Jantung dalam kondisi seperti ini adalah jantung yang berolahraga.
Jantung ini menjadi terlatih dan kuat. Jantung ini adalah jantung yang
sangat sehat," kata Myriam Horsten.
"Sebaliknya, jantung orang yang hidupnya datar-datar saja, tenteram dan
jarang berinteraksi dengan orang lain memiliki detak jantung yang tidak
bevariasi, sehingga jantung menjadi lemah dan rentan terhadap serangan,"
lanjutnya.
Oleh karena itu, perbanyaklah bersilaturahim dengan orang lain. Jangan
takut untuk merasa sedih, kecewa, gelisah, atau hal buruk lainnya karena
dibalik itu semua kamu akan menemukan kebahagiaan.
Wallohua'lam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar