Sebelum terjadi Perang Salib satu dan seterusnya, hampir seluruh
dunia dikuasai kaum Ahlus-Sunnah. Ibnu Katsir menjelaskan berkenaan
dengan hal tersebut, mendasari Firman Allah dan merujuk sejarah yang
ada. Hanya saja di dalam kitab tersebut tidak ada istilah Perang Salib:
“وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا
يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ
الْفَاسِقُونَ [النور/55] هَذاَ وَعْدٌ مِنَ اللهِ لِرَسُوْلِهِ صَلّى
اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ بِأَنَّهُ سَيَجْعَلُ أُمَّتَهُ خُلَفاَءَ
اْلأَرْضِ، أَيْ: أَئِمَّةَ الناَّسِ وَالْوُلاَةَ عَلَيْهِمْ، وَبِهِمْ
تَصْلُحُ الْبِلاَدُ، وَتَخْضَعُ لَهُمُ الْعِباَدُ، وَلَيُبَدِّلَنَّ
بَعْدَ خَوْفِهِمْ مِنَ النَّاسِ أَمْناً وَحُكْماً فِيْهِمْ، وَقَدْ
فَعَلَ تَباَرَكَ وَتَعاَلَى ذَلِكَ. وَلَهُ اْلحَمْدُ وَالمِنَّةُ،
فَإِنَّهُ لَمْ يَمُتْ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ
حَتَّى فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ مَكَّةَ وَخَيْبَرَ وَالْبَحْرَيْنِ،
وَساَئِرَ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَأَرْضَ الْيَمَنِ بِكَماَلِهاَ. وَأَخَذَ
اْلجِزْيَةَ مِنْ مَجُوْسِ هَجَرَ، وَمِنْ بَعْضِ أَطْراَفِ الشَّامِ،
وَهاَداَهُ هِرَقْلُ مَلِكُ الرُّوْمِ وَصاَحِبُ مِصْرَ
وَاْلإِسْكَنْدَرِيَّةِ -وَهُوَ الْمُقَوْقِسُ -وَمُلُوْكُ عُمَانَ
وَالنَّجاَشِيُّ مَلِكُ الْحَبَشَةِ، الَّذِيْ تَملَّكَ بَعْدَ أَصْحَمَةَ،
رَحِمَهُ اللّهُ وَأَكْرَمَهُ ثُمَّ لَمَّا مَاتَ رَسُولِ اللّهِ - صَلّى
اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَاخْتاَرَ اللهُ لَهُ مَا عِنْدَهُ مِنَ
الْكَرَامَةِ ، قاَمَ بِاْلأَمْرِ بَعْدَهُ خَلِيْفَتُهُ أَبُو بَكْرِ
الصّدّيقُ، فَلَمَّ شَعَثَ ماَ وَهَى عِنْدَ مَوْتِهِ، عَلَيْهِ الصّلَاةُ
وَالسّلَامُ وَأَطَّدَ جَزِيْرَةَ الْعَرَبِ وَمَهَدَهاَ، وَبَعَثَ
الْجُيُوْشَ اْلإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى بِلاَدِ فاَرِسَ صُحْبَةَ خَالِدِ
بْنِ الْوَلِيدِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ، فَفَتَحُوْا طَرَفاً مِنْهاَ،
وَقَتَلُوْا خَلْقاً مِنْ أَهْلِهاَ. وَجَيْشاً آخَرَ صُحْبَةَ أَبِيْ
عُبَيْدَةَ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، وَمَنْ مَعَهُ مِنَ اْلأُمَراَءِ إِلَى
أَرْضِ الشَّامِ، وَثاَلِثًا صُحْبَةَ عَمْرِو بْنِ الْعاَصِ، رَضِيَ
اللّهُ عَنْهُ ، إِلَى بِلاَدِ مِصْرَ، فَفَتَحَ اللهُ لِلْجَيْشِ
الشَّامِيِّ فِيْ أَياَّمِهِ بُصْرَى وَدِمَشْقَ وَمَخَالِيْفَهُماَ مِنْ
بِلاَدِ حَوْراَنَ وَماَ وَالاَهاَ، وَتَوَفاَّهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ،
وَاخْتاَرَ لَهُ ماَ عِنْدَهُ مِنَ الْكَراَمَةِ. ومَنَّ عَلَى
اْلإِسْلاَمِ وَأَهْلَهُ بِأَََنْ أَلْهَمَ الصِّدِّيْقَ أَنِ اسْتَخْلِفْ
عُمَرَ الْفاَرُوْقَ، فَقاَمَ فِي اْلأَمْرِ بَعْدَهُ قِياَماً تَاماًّ،
لَمْ يَدُرِ الْفُلْكُ بَعْدَ اْلأَنْبِياَءِ [عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ]
عَلَى مِثْلِهِ، فِيْ قُوَّةِ سِيْرَتِهِ وَكَماَلِ عَدْلِهِ. وَتَمَّ فِي
أَياَّمِهِ فَتْحُ الْبِلاَدِ الشاَّمِيَّةِ بِكَماَلِهاَ، وَدِياَرُ
مِصْرَ إِلَى آخِرِهاَ، وَأَكْثَرُ إِقْلِيْمِ فاَرِسَ، وَكَسَّرَ كِسْرَى
وَأَهاَنَهُ غاَيَةَ اْلهَواَنِ، وَتَقَهْقَرَ إِلَى أَقْصَى مَمِلَكَتِهِ،
وقَصَّرَ قَيْصَرَ، وَانْتَزَعَ يَدَهُ عَنْ بِلاَدِ الشاَّمِ فَانْحاَزَ
إِلَى قُسْطَنْطِيْنَةَ، وَأَنْفَقَ أَمْواَلَهُماَ فِي سَبِيْلِ اللهِ،
كَماَ أَخْبَرَ بِذَلِكَ وَوَعَدَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ، عَلَيْهِ مِنْ
رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ.
Artinya:
Allah telah menjanjikan pada sebagian kalian yang telah beriman dan telah beramal shalih:
1. Niscaya sungguh Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di
dalam bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah pada orang-orang
sebelum mereka.
2. Niscaya sungguh akan menempatkan agama milik mereka yang Dia ridhai untuk mereka.
3. Niscaya sungguh Dia akan memberi ganti rasa aman dari setelah
ketakutan mereka: mereka akan menyembah-Ku dan tidak mensyirikkan-Ku
pada sesuatu.
Namun barang siapa kufur setelah itu, berarti mereka itu kaum fasiq. [Qs An-Nur 55].
Ini Janji Allah untuk Rasul-Nya صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ bahwa
Allah akan menjadikan umat Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ
sebagai khalifah-khalifah bumi, maksudnya panutan dan pengatur-pengatur
mereka. Dan dengan perantaraan mereka, kota-kota akan menjadi baik, dan
Hamba-Hamba Allah akan merendah pada mereka. Dan niscaya rasa takut
mereka pada manusia, akan dirubah oleh Allah menjadi Rasa Aman, bahkan
hukum akan ditentukan oleh mereka. Allah تَبَارَكَ وَتَعَالَى pun telah
melaksanakan janji tersebut.
Dan Segala Puji dan Anugrah adalah Hak
Allah. Dalam kenyataan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ tidak
meninggal dunia, sehingga Allah membantu beliau menaklukkan kota Makkah,
Khaibar, Bahrain, seluruh Jazirah Arab, dan kota Yaman secara sempurna.
Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah menarik pajak dari
pemeluk agama Majusi kota Hajar, dan sebagian pinggiran kota-kota Syam.
Hiraqla raja Romawi, raja Mesir dan Iskandariyah bernama الْمُقَوْقِسُ
(Al-Muqauqis), raja-raja Oman dan Najasyi, dan raja Habasyah yang
bertahta setelah Ash-Chamah رَحِمَهُ اللّهُ, telah memberi Rasulullah
صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ hadiyah kehormatan. [1]
Lalu
Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ meninggal dunia, dan Allah
memberi Karamah Pilihan di sisi-Nya untuk beliau, tegasnya bahwa yang
berdiri untuk memegang perkara saat itu adalah khalifah beliau, Abu Bakr
As-Shiddiq. [2]
Ketika Abu Bakr telah membenahi Islam yang
acak-acakan setelah beliau عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ wafat. Telah
memperkokoh dan memperkuat Jazirah Arab. Dan telah mengutus:
1.
Pasukan-pasukan Islam agar mengajak Islam pada beberapa penduduk kota
Persia di bawah pimpinan Khalid bin Al-Walid رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. [3]
Mereka pun berhasil menaklukkan pinggiran kota Persia (Farisi). Cukup
banyak penduduk yang membangkang pada Tuhan, terbunuh karena sepak
terjang Khalid dan pasukannya. Akhirnya mereka banyak yang masuk Islam.
2. Pasukan-pasukan lainnya di bawah pimpinan Abu Ubidah رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ didampingi sejumlah amir menuju kota Syam.
3. Pasukan-pasukan di bawah pimpinan Amr bin Ash رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ menuju sejumlah kota di Mesir.
Allah memberi Kemenangan pada pasukan yang menuju kota Syam, di masa
hayat Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Wilayah yang ditaklukkan, Bushra,
Damaskus dan sekitarnya, kota Chauran dan sekitarnya. [4] Akhirnya Allah
عَزّ وَجَلّ mewafatkan dan memberikan Karamah pilihan yang di sisi-Nya
untuk Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. [5]
Sebelumnya, Allah telah
memberikan Anugrah pada Islam dan pemeluknya, berupa Ilham untuk Abu
Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ, “Angkatlah Umar Al-Faruq sebagai khalifah!.”
Maka Umar رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ pun mengurusi perkara setelahnya, dengan
kebijakan sangat sempurna.
Bahtera-bahtera setelah para Nabi عَلَيْهِمُ
السَّلاَمُyang ada, mutlak tidak ada yang sehebat bahtera Umar,
mengenai kuatnya langkah kebijakan dan kesempurnan keadilannya. Di
hari-hari hayatnya penaklukan kota-kota Syam sangat sempurna, bahkan
kota-kota Mesir hingga pinggirannya ditaklukkan. Sejumlah besar kota
Farisi (Persia) juga ditaklukkan. Kerajaan Kisra dihancurkan dan
dihinakan secara maksimal, hingga Raja Kisra melarikan diri ke wilayah
kekuasaannya paling ujung.
Langkah selanjutnya Umar RA menghajar hingga
Qaishar Romawi meninggalkan kota Syam, melarikan diri ke Qusthanthinah
(Konstantinopel). [6] Harta kekayaan dua kerajaan raksasa tersebut,
diinfakkan oleh Umar ke Sabilillah, sebagaimana Rasulullah عَلَيْهِ مِنْ
رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ صَلاَةٍ telah mengkhabarkan
dan menjanjikan.
Kejayaan Islam Setelah Umar
Jika di zaman
Umar bin Khatthab رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ saja, kejayaan Islam sudah
seperti itu, apa lagi pada zaman Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ.
Ibnu Katsir meneruskan tulisannya:
ثُمَّ لَماَّ كاَنَتِ الدَّوْلَةُ الْعُثْماَنِيَّةُ، امْتَدَّتِ
الْمَماَلِيْكُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ إِلَى أَقْصَى مَشاَرِقَ اْلأَرْضِ
وَمَغاَرِبَهاَ، فَفُتِحَتْ بِلاَدُ اْلمَغْرِبِ إِلَى أَقْصَى ماَ
هُناَلِكَ: اْلأَنَدَلُسِ، وَقَبْرَصَ، وَبِلاَدِ الْقَيْرَوَانِ،
وَبِلاَدِ سَبْتَةَ مِماَّ يَلِي الْبَحْرَ اْلمُحِيْطِ، وَمِنْ ناَحِيَةِ
الْمَشْرِقِ إِلَى أَقْصَى بِلاَدِ الصِّيْنِ، وَقُتِلَ كِسْرَى، وَباَدَ
مُلْكُهُ بِالْكُلِّيَّةِ. وَفُتِحَتْ مَداَئِنُ الْعِراَقِ، وَخُراَساَنُ،
وَاْلأَهْواَزُ، وَقَتَلَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنَ التُّرْكِ مَقْتَلَةً
عَظِيْمَةً جِداًّ، وَخَذَلَ اللهُ مَلِكَهُمُ اْلأَعْظَمَ خاَقاَنَ،
وَجُبِيَ الْخَراَجُ مِنَ الْمَشاَرِقِ وَالْمَغاَرِبِ إِلَى حَضْرَةِ
أَمِيْرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ عُثْماَنَ بْنِ عَفاَّنَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ.
وَذَلِكَ بِبَرَكَةِ تِلاَوَتِهِ وَدِرَاسَتِهِ وَجَمْعِهِ اْلأُمَّةَ
عَلَى حِفْظِ اْلقُرْآنِ؛ وَلِهَذاَ ثَبَتَ فِي الصَّحِيْحِ عَنْ رَسُوْلِ
اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ أَنَّهُ قاَلَ: " إِنَّ اللَّهَ
زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ
أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا" فَهاَ نَحْنُ
نَتَقَلَّبُ فِيْماَ وَعَدَناَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَدَقَ اللهُ
وَرَسُوْلُهُ، فَنَسْأَلُ اللهَ اْلإِيْماَنَ بِهِ، وَبِرَسُوْلِهِ،
وَالْقِياَمَ بِشُكْرِهِ عَلَى اْلوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِيْهِ عَناَّ .
Artinya:
Lalu wilayah kekuasan Daulat Utsmaniyah Islamiyah melebar ke lebih
ujung Timur dan Baratnya bumi. Kota-kota Maghribi ditaklukkan, melebar
hingga ke wilayah paling ujung: Andalusia, Qabrash, kota-kota Qairawan,
kota-kota Sabtah dekat laut Muhith. Wilayah kekuasaan bagian Timur juga
melebar hingga ke ujung negeri Cina. Sementara itu Raja Kisra dibunuh,
dan berakhirlah seluruh kerajaannya. [7]
Sejumlah kota Iraq juga
ditaklukkan, demikian pula kota Khurasan dan Ahwaz. Umat Islam juga
memerangi bangsa Turki dengan peperangan sangat dahsyat sekali. Allah
merendahkan raja terbesar mereka bernama Khaqan. Kharaj (hasil bumi dari
kafir dzimmi atau dzimmah) mulai dari wilayah-wilayah Timur dan Barat
bumi, disetorkan ke hadirat Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ.
Itu karena barakah beliau, rajin membaca dan memperdalam ilmu Al-Qur’an.
Beliau juga berjasa menyeragamkan Al-Qur’an untuk umat Islam.[8] Oleh
karena itu, di dalam Hadits shahih telah tertulis:
“Sesungguhnya
Allah telah melipatkan bumi untukku, hingga saya menyaksikan bagian
Timur-timur dan Barat-barat bumi. Dan sungguh wilayah kerajaan umatku,
akan sampai ke wilayah yang telah dilipatkan untukku.”
Kini kitalah
yang berbolak-balik, yakni tenggelam pada Janji Allah dan Rasul-Nya.
Allah dan Rasul-Nya telah menetapi janjinya. Maka kita memohon agar
Allah menjadikan kita beriman pada-Nya dan pada Rasul-Nya, dan agar kita
mensyukuri nikmat, agar Dia ridha pada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar