Sayidina Ali, Sahabat Yang Hebat Karena Diberkahi

 
 

Sayidina Ali RA Sangat Kuat

Di dalam kitab syarah Bukhari bernama Fathul-Bari, tulisan Ibnu Hajar: فتح الباري لابن حجر (7/ 478)

وَذكر بن إِسْحَاقَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ عَلِيٍّ حِينَ بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَايَتِهِ فَضَرَبَهُ رَجُلٌ مِنْ يَهُودَ فَطَرَحَ تُرْسَهُ فَتَنَاوَلَ عَلِيٌّ بَابًا كَانَ عِنْدَ الْحِصْنِ فَتَتَرَّسَ بِهِ عَنْ نَفْسِهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَنَا فِي سَبْعَةٍ أَنَا ثَامِنُهُمْ نَجْهَدُ عَلَى أَنْ نَقْلِبَ ذَلِكَ الْبَابَ فَمَا نَقْلِبُهُ وَلِلْحَاكِمِ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَرَ وَأَنَّهُ جُرِّبَ بَعْدَ ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلْهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا وَالْجَمْعُ بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ وَالْأَرْبَعِينَ عَالَجُوا حَمْلَهُ وَالْفَرْقُ بَيْنَ الْأَمْرَيْنِ ظَاهِرٌ وَلَوْ لَمْ يَكُنْ إِلَّا بِاخْتِلَافِ حَالِ الْأَبْطَالِ وَزَادَ مُسْلِمٌ فِي حَدِيثِ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ وَخَرَجَ مَرْحَبٌ فَقَالَ قَدْ عَلِمَتْ خَيْبَرُ أَنِّي مَرْحَبُ الْأَبْيَاتَ فَقَالَ عَلِيٌّ أَنَا الَّذِي سَمَّتْنِي أُمِّي حَيْدَرَهْ الْأَبْيَاتَ فَضَرَبَ رَأْسَ مَرْحَبٍ فَقَتَلَهُ فَكَانَ الْفَتْحُ عَلَى يَدَيْهِ وَكَذَا فِي حَدِيثِ بُرَيْدَةَ الَّذِي أَشَرْتُ إِلَيْهِ قَبْلُ وَخَالف ذَلِك أهل السّير فَجزم بن إِسْحَاقَ وَمُوسَى بْنُ عُقْبَةَ وَالْوَاقِدِيُّ بِأَنَّ الَّذِي قَتَلَ مَرْحَبًا هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ وَكَذَا رَوَى أَحْمَدُ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ عَنْ جَابِرٍ.

Artinya:
Ibnu Ishaq menuturkan Hadits Abi Rafi, “Kami pernah keluar bersama Ali RA, ketika dia diutus oleh Rasulullah SAW, agar membawa panji nabi SAW. Dia dipukul dengan pedang oleh lelaki Yahudi. Setelah terbelah, perisainya dilemparkan. Pintu gerbang di sisi benteng diraih dengan tangan, untuk melindungi dirinya dari serangan. Hingga Allah memberi kemenangan padanya:

1. Niscaya saya benar-benar telah menyaksikan; kami berdelapan, membalik pintu gerbang tersebut, sekuat tenaga. Namun kami tidak mampu.”
2. Kitab Hakim, bersumber dari Hadits Jabir; 'Sungguh di hari Perang Khaibar, Ali RA membawa pintu gerbang. Sungguh setelah itu, pintu gerbang berkali-kali diangkat oleh empat puluh pria namun mereka tidak mampu.

Perbedaan dua kejadian ini nyata. Tidak ada perselisihan kecuali keadaan para tokoh yang melakukan.”

Muslim menambah di dalam Hadits Iyas bin Salamah dari ayahnya, “Marhab keluar untuk berkata ‘Penduduk Khaibar telah tahu', saya Marhab” Dan seterusnya.
Ali RA menjawab, “Saya yang disebut-sebut oleh ibu saya ‘hai Macan!’.” Dan seterusnya.
Ali memukul kepala untuk membunuh Marhab, dengan pedang. Kemenangan dianugrahkan oleh Allah pada Ali RA. Dalam Hadits Buraidah yang telah saya tunjuk sebelumnya, juga dijelaskan demikian. Namun sejumlah ahli sejarah menyelisihi riwayat tersebut. Ibnu Ishaq, Musa bin Uqbah, dan Al-Waqidi, memastikan, “Yang membunuh Marhab adalah Muhammad bin Maslamah.”
Ahmad meriwayatkan dengan isnad hasan dari Jabir, juga demikian.

Kesimpulannya, bahwa di dunia ini tidak ada orang yang lebih hebat / lebih sakti daripada orang yang diberkahi oleh Alloh karena ketaqwaan dan ketaatannya pada Alloh.

Mulutmu, Kemuliaan dan Kehinaanmu

 
 

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Konon ada lelaki dari umat zaman dahulu yang ahli beribadah, bernama Mauriq. Suatu hari Mauriq berdiri untuk melakukan shalat. Tiba-tiba angan-angannya melayang pada seorang wanita hingga kejantanannya menegang, terganggu kekhusukan shalatnya. Dia membatalkan shalatnya sambil marah. Dia mengambil busur untuk melepaskan talinya.
Ujung tali diikatkan pada dua testis-nya; ujung lainnya diikatkan pada dua telapak kakinya.[1] Dua kakinya dijulurkan sekuat tenaga agar dua testis-nya lepas.
(Setelah sadar), Mauriq mengambil dua sandal dan dua pakaiannya yang telah compang-camping. Dia berjalan terus (dengan kesakitan) untuk berhenti di daerah yang tak dihuni oleh manusia dan binatang.
Di situ, dia mendirikan gubuk. Dia melakukan shalat terus menerus. Setiap pagi-buta, ada bagian bumi yang membelah, untuk keluar seorang yang membawakan makanan di dalam wadah. Mauriq memakannya hingga kenyang.
Orang misterius masuk lagi kecelah bumi untuk membawa keluar minuman di dalam wadah, untuknya.
Mauriq meminumnya hingga puas.
Setelah orang misterius itu masuk kecelah; celah tanah menutup lagi, seperti semula.
Jika hari telah sore, lelaki misterius berbuat begitu lagi.
Orang-orang lewat di dekat tempat tersebut. Di malam hari, dua orang di antara mereka datang mendekat, untuk bertanya pada Mauriq ‘apa tujuan kami berdua?’.
Mauriq isarah dengan tangan, dan berkata ‘inilah tujuan kalian berdua’.
Dua lelaki itu pergi tidak jauh. Yang satu berkata ‘apa yang mendorong dia menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang? Mari kita tanyakan padanya agar kita tahu!’.
Mereka berdua datang dan bertanya ‘hai Abdallah! Apa yang mendorong kau menempati tempat yang jauh dari manusia dan binatang ini?’.
Mauriq menjawab ‘pergilah! Tinggalkan saya di sini!’.
Mereka berdua bersikeras tak mau pergi, dan bertanya terus padanya. Dia menjawab ‘saya mau menjelaskan pada kalian dengan syarat; yang menyembunyikan cerita ini, akan diberi kemuliaan di dunia dan akhirat oleh Allah? Sedangkan yang memberitakan cerita ini, akan dihinakan oleh Allah, di dunia dan akhirat?’.
Mereka berdua menjawab ‘ya!’.
Mauriq perintah’silahkan kalian tinggal di sini!’.
Di pagi hari, muncul seorang dari belahan bumi, membawakan makanan yang banyaknya tiga-kali lipat dari kemarin.
Mereka bertiga menikmati makanan tersebut hingga kenyang.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi, untuk membawakan minuman sebanyak tiga-kali lipat, daripada yang kemarin.
Mereka bertiga minum hingga puas.
Si lelaki misterius memasuki celah bumi yang segera menutup lagi. Seorang dari dua lelaki berkata ‘kenapa secepat ini dia mendatangkan makanan dan minuman? Dan yang lebih aneh, dia tahu maksud tujuan kita? Ayo kita amati terus tingkah-laku dia hingga sore nanti!’.
Di sore (yang mendebarkan itu) mereka berdua dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, membawakan makanan dan minuman seperti di waktu paginya.
Seorang dari dua lelaki itu berkata ‘kita di sini saja, hingga pagi besok!’.
Di pagi buta mereka dikejutkan lagi oleh munculnya seorang dari celah bumi yang membelah, untuk membawakan hidangan makanan dan minuman seperti biasanya.
Mereka berdua meninggalkan Mauriq sendirian di tempat yang sepi.
Yang seorang diterima sebagai pegawai kerajaan, yang bertugas menjaga pintu gerbang. Namun pangkatnya dinaikkan terus hingga akhirnya menjadi menteri khusus yang sering ngobrol dengan raja.
Yang lain kembali lagi menekuni perdagangannya seperti dulu sebelumnya.
 
Raja yang bertahta sangat benci pada orang bohong. Orang yang ketahuan bohong, maka disalib dan dibunuh.
Di malam pertemuan agung yang indah, orang-orang dekat raja bercerita, mengenai keajaiban yang pernah mereka ketahui, di hadapan raja. Dia hadir dalam pertemuan tersebut.
Setelah bercerita panjang-lebar mengenai keajaiban didengar, raja berkata ‘saya mutlak belum pernah mendengar kisah yang lebih menakjubkan daripada ini’. Lalu melanjutkan kisahnya yang menarik perhatian orang-orang dekatnya yang hadir di situ.
Lelaki itu berkata ‘saya juga punya cerita yang menakjubkan’. Lalu dia menceritakan keajaiban Mauriq yang pernah disaksikan bersama temannya di tempat yang jauh dari manusia dan binatang.
Dia (terkejut) oleh cemoohan raja, ‘saya mutlak belum pernah mendengar kebohongan yang lebih besar daripada ini’.
Dia makin terkejut ketika raja membentak ‘demi Allah kau harus mendatangkan bukti dari kebenaran kisah ini! Kalau tidak bisa! Sungguh kau akan saya salib!’.
Dia berkata ‘yang menyaksikan kebenaran kisah saya, fulan’.
Raja berkata ‘dia orang yang saya ridhoi persaksiannya. Datangkan dia kemari!’.
Ketika saksi yang ditunjuk telah datang, ditanya oleh raja ‘dia telah bercerita padaku bahwa, kalian berdua pernah pernah melihat lelaki (begini-begini)?’.
Lelaki yang didatangkan menjawab ‘Raja yang mulia! Tuan tidak tahu bahwa cerita ini bohong. Ini tidak mungkin terjadi. Dan kalau saya bercerita mengenai ini, pasti saya disalib karena kekuasaan Tuan’.
Raja berkata ‘kau telah benar dan telah berbuat baik’.
Nabi SAW bersabda ‘orang yang bisa merahasiakan (kehebatan Mauriq), diangkat sebagai orang pilihan, yang sering berbicara khusus bersama raja; orang yang satunya disalib’.”
Al-Mufaddhal bin Fadhalah (الْمُفَضَّل بْن فَضَالَة) berkata, “Bakr bin Abdillah Al-Muzani (بَكْر بْن عَبْد اللَّه الْمُزَنِيّ) mengamati lalu bertanya pada Tsumamah bin Abdillah bin Anas (ثُمَامَة بْن عَبْد اللَّه بْن أَنَس) ‘ya Abal-Mutsanna! Kau pernah mendengar kakekmu menceritakan Hadits ini dari Rasulillah?’.
Tsumamah bin Abdillah menjawab ‘betul’.”

Sejatinya "RATU ADIL"




Yen tho menang tanpo ngasorake klawan musuh
Kalaupun kelak Ratu adil itu menang melawan musuh-musuhnya, dia tidak akan pernah menyoraki/meremehkan musuhnya.
Sekti tanpo aji-aji
Memiliki kesaktian tanpa jimat.
Ratu iki nyolo-wadi
Penguasa yang satu ini penuh dengan misteri.
Wegig, wasis, waskitho
Pandai menyiasati keadaan, berpengetahuan luas, dan memiliki pandangan batin.
Tan kalepyan sesurupaning jaman
Tidak melupakan perubahan-perubahan jaman yang terjadi.
Biso nyembadani ruwet rentenge wong sapirang-pirang
Bisa mengatasi persoalan  hidup banyak orang
Begja-begjane sing yakin lan tuhu setya sabdaniro
Beruntunglah mereka yang yakin, patuh, dan setia pada perintahnya
Idune idu geni, sabdane malati
Air ludahnya adalah api, ucapannya mengandung kutukan.
Sing bregudul mesti mati
Yang membangkan pasti mati.
Sopo olo njawat dadine kuwalat
Siapa saja yang berniat buruk padanya akan kualat.

Seperti untaian bait dari Jayabaya di atas, masyarakat Jawa pada umumnya berkeyakinan bahwa suatu saat nanti akan muncul yang namanya Ratu Adil yang berkuasa. Seorang ulama ahli sunnah pernah berkata, “Sebetulnya Ratu Adil adalah Al-Qur’an yang syarohnya adalah Al-Hadits.”
Alasan beliau karena Ratu Adil menurut keyakinan orang Jawa yaitu ‘kesampar kesandung, ora ono wong weruh’. Artinya: “Sebetulnya Ratu Adil itu ada jelas sekali, bahkan terkadang tertendang oleh kaki pencarinya, tetapi tidak diketahui.”
Ada yang bertanya, “Apa betul Nabi Isa AS adalah Ratu Adil yang sesungguhnya?.” Ya mungkin bisa jadi begitu karena memang menurut Hadits memang begitu.

Imam Bukhari meriwayatkan:صحيح البخاري - (ج 7 / ص 462) 2070

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

Arti (selain isnad)nya: Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang diriku di TangaNya, niscaya putra Maryam AS hampir turun sungguh sebagai hakim adil di kalangan kalian. Dia AS akan menghancurkan Salib, membunuh babi, dan membebaskan pajak. Dan harta akan melimpah, hingga tak seorang pun menerimanya”.

Lalu, kapankah Isa AS akan turun ke bumi?.
Mungkin jika pasukan Salibis dan Zionis telah yakin sepenuhnya bahwa Islam telah lumpuh. Saat itu pasukan Salibis merebut kota Konstantinopel, sehingga berdampak perang akbar yang mengerikan.”

Imam Muslim meriwayatkan : صحيح مسلم - (ج 14 / ص 85)5157 -

 حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنْ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَتْ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لَا وَاللَّهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ إِذْ صَاحَ فِيهِمْ الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ.
Arti (selain isnad)nya:
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat takkan berdiri hingga kaum Romawi turun di kota Amaq atau Dabiq (dekat Chalab atau Aleppo).
Di hari itu, pasukan dari Madinah sebaik-baik penduduk bumi, datang pada mereka. Ketika mereka telah berbaris, kaum Romawi berkata ‘biarkan antara kami dan orang-orang yang telah menawan kami! Kami akan memerangi mereka (dulu)’.
Kaum Muslimiin berkata ‘demi Allah kami takkan membiarkan antara kalian dan antara saudara kami’. Maka kaum Romawi memerangi kaum Muslimiin. Kaum Muslimiin yang kabur sepertiga, taubat mereka takkan diterima oleh Allah. Sepertiga lainnya terbunuh sebagai shuhada lebih utama di sisi Allah. Sisa mereka yang sepertiga menang dan takkan terkena fitnah untuk selamanya. Lalu mereka merebut kota Qusthanthiniyah (Constantinople).
Ketika telah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun; tiba-tiba syaitan berteriak di kalangan mereka ‘sesungguhnya Al-Masih telah menggantikan kalian di dalam keluarga kalian!’ Sontak mereka keluar, padahal teriakan itu tipuan.
Ketika kaum Muslimiin pergi ke Syam; Al-Masih keluar.
Ketika mereka bersiap untuk perang, sama menata barisan; shalat pun diiqamati.
Isa bin Maryam AS turun untuk mengimami mereka.
Ketika melihat Isa bin Maryam AS, musuh Allah (Al-Masih Dajjal) mencair seperti garam di dalam air. Kalau Isa AS membiarkan, niscaya dia mencair hingga tewas. Tetapi Allah membunuh dia melalui tangan Isa AS.
Pada mereka, Isa AS memperlihatkan darah Dajjal yang melumuri senjatanya.”

BILAMANA UMUR SUDAH 40 TAHUN


 

1. Umur 40 tahun merupakan puncaknya masa remaja…ibarat kita sedang dipuncak gunung lalu setelah itu kita akan berjalan turun, apakah lambat atau cepat untuk sampai tujuan (alam kubur)….

2. Umur 40 tahun berada pada persimpangan jalan terakhir apakah akan lebih baik atau malah lebih buruk ketika di akhir perjalan kehidupannya karena umur umat nabi Muhammad antara 60 hingga 70 tahun atau lebih dari itu…

3. Umur 40 tahun sudah saatnya semakin memperbanyak ibadah hingga ajal menjemput dan perbanyak berdoa agar diwafatkan dalam keadaan muslim dan dikumpulkan bersama orang2 muslim.

4. Umur 40 tahun sudah saatnya muhasabah, memperbanyak istighfar memohon ampun pada Allah atas dosa2 yang telah kita lakukan dimasa lalu (Taubatan nasuha).

5. Umur 40 tahun lebih memperbanyak berdoa agar anak2 keturunan kita menjadi anak2 yang shalih yang ikhlas mendoakan orang tuanya baik ketika masih hidup maupun sudah tiada…

6. Umur 40 tahun jangan sampai melenakan kita dari kecintaan pada harta dan anak2 kita secara berlebihan, maka infaqkanlah dijalan Allah sebagian rizqi yang telah Allah karuniakan pada kita.

7. Umur 40 tahun (terutama ikhwan) wajib semakin berbakti dan berbuat baik kepada orangtua jika masih hidup karena kita dan harta kita milik orang tua kita, maka perbanyak doa agar kita bisa mensyukuri nikmat yang begitu besar yang telah Allah berikan pada kita…jika orang tua kita sudah tiada maka doakan mereka dan kunjungi teman2 akrab orang tua kita yang masih hidup dan berbuat baiklah pada mereka.

8. Umur 40 tahun agar melazimkan doa sebagaimana dalam firman Allah QS. Al Ahqaf : 15

رَبِّ أَوزِعنِي أَن أَشكُرَنِعمَتَكَ الَّتِي أَنعَمتَ عَلَىَّ وَعَلَىوَلِدَىَّ وَأَن أَعمَلَ صَلِحًاتَرضَهُ وَأَصلِح لِىفِى ذُرِّيَّتِي إِنِّى تُبتُ إِلَيكَ وَإِنِّى مِنَ المُسلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri."

Sebagai penutup ingatlah wahai saudaraku… sesungguhnya sebaik2 manusia adalah yang umurnya panjang dan banyak amalnya (sesuai dengan Quran & Hadits).

Islam Zaman Dahulu, Dunia Dikuasai Ahlus-Sunnah

Sebelum terjadi Perang Salib satu dan seterusnya, hampir seluruh dunia dikuasai kaum Ahlus-Sunnah. Ibnu Katsir menjelaskan berkenaan dengan hal tersebut, mendasari Firman Allah dan merujuk sejarah yang ada. Hanya saja di dalam kitab tersebut tidak ada istilah Perang Salib:

“وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [النور/55] هَذاَ وَعْدٌ مِنَ اللهِ لِرَسُوْلِهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ بِأَنَّهُ سَيَجْعَلُ أُمَّتَهُ خُلَفاَءَ اْلأَرْضِ، أَيْ: أَئِمَّةَ الناَّسِ وَالْوُلاَةَ عَلَيْهِمْ، وَبِهِمْ تَصْلُحُ الْبِلاَدُ، وَتَخْضَعُ لَهُمُ الْعِباَدُ، وَلَيُبَدِّلَنَّ بَعْدَ خَوْفِهِمْ مِنَ النَّاسِ أَمْناً وَحُكْماً فِيْهِمْ، وَقَدْ فَعَلَ تَباَرَكَ وَتَعاَلَى ذَلِكَ. وَلَهُ اْلحَمْدُ وَالمِنَّةُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَمُتْ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ حَتَّى فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ مَكَّةَ وَخَيْبَرَ وَالْبَحْرَيْنِ، وَساَئِرَ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَأَرْضَ الْيَمَنِ بِكَماَلِهاَ. وَأَخَذَ اْلجِزْيَةَ مِنْ مَجُوْسِ هَجَرَ، وَمِنْ بَعْضِ أَطْراَفِ الشَّامِ، وَهاَداَهُ هِرَقْلُ مَلِكُ الرُّوْمِ وَصاَحِبُ مِصْرَ وَاْلإِسْكَنْدَرِيَّةِ -وَهُوَ الْمُقَوْقِسُ -وَمُلُوْكُ عُمَانَ وَالنَّجاَشِيُّ مَلِكُ الْحَبَشَةِ، الَّذِيْ تَملَّكَ بَعْدَ أَصْحَمَةَ، رَحِمَهُ اللّهُ وَأَكْرَمَهُ ثُمَّ لَمَّا مَاتَ رَسُولِ اللّهِ - صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَاخْتاَرَ اللهُ لَهُ مَا عِنْدَهُ مِنَ الْكَرَامَةِ ، قاَمَ بِاْلأَمْرِ بَعْدَهُ خَلِيْفَتُهُ أَبُو بَكْرِ الصّدّيقُ، فَلَمَّ شَعَثَ ماَ وَهَى عِنْدَ مَوْتِهِ، عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ وَأَطَّدَ جَزِيْرَةَ الْعَرَبِ وَمَهَدَهاَ، وَبَعَثَ الْجُيُوْشَ اْلإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى بِلاَدِ فاَرِسَ صُحْبَةَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ، فَفَتَحُوْا طَرَفاً مِنْهاَ، وَقَتَلُوْا خَلْقاً مِنْ أَهْلِهاَ. وَجَيْشاً آخَرَ صُحْبَةَ أَبِيْ عُبَيْدَةَ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، وَمَنْ مَعَهُ مِنَ اْلأُمَراَءِ إِلَى أَرْضِ الشَّامِ، وَثاَلِثًا صُحْبَةَ عَمْرِو بْنِ الْعاَصِ، رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ ، إِلَى بِلاَدِ مِصْرَ، فَفَتَحَ اللهُ لِلْجَيْشِ الشَّامِيِّ فِيْ أَياَّمِهِ بُصْرَى وَدِمَشْقَ وَمَخَالِيْفَهُماَ مِنْ بِلاَدِ حَوْراَنَ وَماَ وَالاَهاَ، وَتَوَفاَّهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَاخْتاَرَ لَهُ ماَ عِنْدَهُ مِنَ الْكَراَمَةِ. ومَنَّ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَهْلَهُ بِأَََنْ أَلْهَمَ الصِّدِّيْقَ أَنِ اسْتَخْلِفْ عُمَرَ الْفاَرُوْقَ، فَقاَمَ فِي اْلأَمْرِ بَعْدَهُ قِياَماً تَاماًّ، لَمْ يَدُرِ الْفُلْكُ بَعْدَ اْلأَنْبِياَءِ [عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ] عَلَى مِثْلِهِ، فِيْ قُوَّةِ سِيْرَتِهِ وَكَماَلِ عَدْلِهِ. وَتَمَّ فِي أَياَّمِهِ فَتْحُ الْبِلاَدِ الشاَّمِيَّةِ بِكَماَلِهاَ، وَدِياَرُ مِصْرَ إِلَى آخِرِهاَ، وَأَكْثَرُ إِقْلِيْمِ فاَرِسَ، وَكَسَّرَ كِسْرَى وَأَهاَنَهُ غاَيَةَ اْلهَواَنِ، وَتَقَهْقَرَ إِلَى أَقْصَى مَمِلَكَتِهِ، وقَصَّرَ قَيْصَرَ، وَانْتَزَعَ يَدَهُ عَنْ بِلاَدِ الشاَّمِ فَانْحاَزَ إِلَى قُسْطَنْطِيْنَةَ، وَأَنْفَقَ أَمْواَلَهُماَ فِي سَبِيْلِ اللهِ، كَماَ أَخْبَرَ بِذَلِكَ وَوَعَدَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ، عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ.

Artinya:
Allah telah menjanjikan pada sebagian kalian yang telah beriman dan telah beramal shalih:
1. Niscaya sungguh Dia akan menjadikan mereka sebagai khalifah di dalam bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah pada orang-orang sebelum mereka.
2. Niscaya sungguh akan menempatkan agama milik mereka yang Dia ridhai untuk mereka.
3. Niscaya sungguh Dia akan memberi ganti rasa aman dari setelah ketakutan mereka: mereka akan menyembah-Ku dan tidak mensyirikkan-Ku pada sesuatu.
Namun barang siapa kufur setelah itu, berarti mereka itu kaum fasiq. [Qs An-Nur 55].

Ini Janji Allah untuk Rasul-Nya صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ bahwa Allah akan menjadikan umat Muhammad صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ sebagai khalifah-khalifah bumi, maksudnya panutan dan pengatur-pengatur mereka. Dan dengan perantaraan mereka, kota-kota akan menjadi baik, dan Hamba-Hamba Allah akan merendah pada mereka. Dan niscaya rasa takut mereka pada manusia, akan dirubah oleh Allah menjadi Rasa Aman, bahkan hukum akan ditentukan oleh mereka. Allah تَبَارَكَ وَتَعَالَى pun telah melaksanakan janji tersebut.

Dan Segala Puji dan Anugrah adalah Hak Allah. Dalam kenyataan Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ tidak meninggal dunia, sehingga Allah membantu beliau menaklukkan kota Makkah, Khaibar, Bahrain, seluruh Jazirah Arab, dan kota Yaman secara sempurna.

Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ telah menarik pajak dari pemeluk agama Majusi kota Hajar, dan sebagian pinggiran kota-kota Syam. Hiraqla raja Romawi, raja Mesir dan Iskandariyah bernama الْمُقَوْقِسُ (Al-Muqauqis), raja-raja Oman dan Najasyi, dan raja Habasyah yang bertahta setelah Ash-Chamah رَحِمَهُ اللّهُ, telah memberi Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ hadiyah kehormatan. [1]

Lalu Rasulullah صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ meninggal dunia, dan Allah memberi Karamah Pilihan di sisi-Nya untuk beliau, tegasnya bahwa yang berdiri untuk memegang perkara saat itu adalah khalifah beliau, Abu Bakr As-Shiddiq. [2]
Ketika Abu Bakr telah membenahi Islam yang acak-acakan setelah beliau عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسّلَامُ wafat. Telah memperkokoh dan memperkuat Jazirah Arab. Dan telah mengutus:

1. Pasukan-pasukan Islam agar mengajak Islam pada beberapa penduduk kota Persia di bawah pimpinan Khalid bin Al-Walid رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. [3] Mereka pun berhasil menaklukkan pinggiran kota Persia (Farisi). Cukup banyak penduduk yang membangkang pada Tuhan, terbunuh karena sepak terjang Khalid dan pasukannya. Akhirnya mereka banyak yang masuk Islam.

2. Pasukan-pasukan lainnya di bawah pimpinan Abu Ubidah رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ didampingi sejumlah amir menuju kota Syam.

3. Pasukan-pasukan di bawah pimpinan Amr bin Ash رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ menuju sejumlah kota di Mesir.
Allah memberi Kemenangan pada pasukan yang menuju kota Syam, di masa hayat Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. Wilayah yang ditaklukkan, Bushra, Damaskus dan sekitarnya, kota Chauran dan sekitarnya. [4] Akhirnya Allah عَزّ وَجَلّ mewafatkan dan memberikan Karamah pilihan yang di sisi-Nya untuk Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. [5]

Sebelumnya, Allah telah memberikan Anugrah pada Islam dan pemeluknya, berupa Ilham untuk Abu Bakr رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ, “Angkatlah Umar Al-Faruq sebagai khalifah!.”
Maka Umar رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ pun mengurusi perkara setelahnya, dengan kebijakan sangat sempurna.

Bahtera-bahtera setelah para Nabi عَلَيْهِمُ السَّلاَمُyang ada, mutlak tidak ada yang sehebat bahtera Umar, mengenai kuatnya langkah kebijakan dan kesempurnan keadilannya. Di hari-hari hayatnya penaklukan kota-kota Syam sangat sempurna, bahkan kota-kota Mesir hingga pinggirannya ditaklukkan. Sejumlah besar kota Farisi (Persia) juga ditaklukkan. Kerajaan Kisra dihancurkan dan dihinakan secara maksimal, hingga Raja Kisra melarikan diri ke wilayah kekuasaannya paling ujung.

Langkah selanjutnya Umar RA menghajar hingga Qaishar Romawi meninggalkan kota Syam, melarikan diri ke Qusthanthinah (Konstantinopel). [6] Harta kekayaan dua kerajaan raksasa tersebut, diinfakkan oleh Umar ke Sabilillah, sebagaimana Rasulullah عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ أَتَمُّ سَلاَمٍ وَأَزْكَى صَلاَةٍ صَلاَةٍ telah mengkhabarkan dan menjanjikan.

Kejayaan Islam Setelah Umar

Jika di zaman Umar bin Khatthab رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ saja, kejayaan Islam sudah seperti itu, apa lagi pada zaman Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ.

Ibnu Katsir meneruskan tulisannya:

ثُمَّ لَماَّ كاَنَتِ الدَّوْلَةُ الْعُثْماَنِيَّةُ، امْتَدَّتِ الْمَماَلِيْكُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ إِلَى أَقْصَى مَشاَرِقَ اْلأَرْضِ وَمَغاَرِبَهاَ، فَفُتِحَتْ بِلاَدُ اْلمَغْرِبِ إِلَى أَقْصَى ماَ هُناَلِكَ: اْلأَنَدَلُسِ، وَقَبْرَصَ، وَبِلاَدِ الْقَيْرَوَانِ، وَبِلاَدِ سَبْتَةَ مِماَّ يَلِي الْبَحْرَ اْلمُحِيْطِ، وَمِنْ ناَحِيَةِ الْمَشْرِقِ إِلَى أَقْصَى بِلاَدِ الصِّيْنِ، وَقُتِلَ كِسْرَى، وَباَدَ مُلْكُهُ بِالْكُلِّيَّةِ. وَفُتِحَتْ مَداَئِنُ الْعِراَقِ، وَخُراَساَنُ، وَاْلأَهْواَزُ، وَقَتَلَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنَ التُّرْكِ مَقْتَلَةً عَظِيْمَةً جِداًّ، وَخَذَلَ اللهُ مَلِكَهُمُ اْلأَعْظَمَ خاَقاَنَ، وَجُبِيَ الْخَراَجُ مِنَ الْمَشاَرِقِ وَالْمَغاَرِبِ إِلَى حَضْرَةِ أَمِيْرِ اْلمُؤْمِنِيْنَ عُثْماَنَ بْنِ عَفاَّنَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ. وَذَلِكَ بِبَرَكَةِ تِلاَوَتِهِ وَدِرَاسَتِهِ وَجَمْعِهِ اْلأُمَّةَ عَلَى حِفْظِ اْلقُرْآنِ؛ وَلِهَذاَ ثَبَتَ فِي الصَّحِيْحِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ أَنَّهُ قاَلَ: " إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا" فَهاَ نَحْنُ نَتَقَلَّبُ فِيْماَ وَعَدَناَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، فَنَسْأَلُ اللهَ اْلإِيْماَنَ بِهِ، وَبِرَسُوْلِهِ، وَالْقِياَمَ بِشُكْرِهِ عَلَى اْلوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِيْهِ عَناَّ .

Artinya:

Lalu wilayah kekuasan Daulat Utsmaniyah Islamiyah melebar ke lebih ujung Timur dan Baratnya bumi. Kota-kota Maghribi ditaklukkan, melebar hingga ke wilayah paling ujung: Andalusia, Qabrash, kota-kota Qairawan, kota-kota Sabtah dekat laut Muhith. Wilayah kekuasaan bagian Timur juga melebar hingga ke ujung negeri Cina. Sementara itu Raja Kisra dibunuh, dan berakhirlah seluruh kerajaannya. [7]

Sejumlah kota Iraq juga ditaklukkan, demikian pula kota Khurasan dan Ahwaz. Umat Islam juga memerangi bangsa Turki dengan peperangan sangat dahsyat sekali. Allah merendahkan raja terbesar mereka bernama Khaqan. Kharaj (hasil bumi dari kafir dzimmi atau dzimmah) mulai dari wilayah-wilayah Timur dan Barat bumi, disetorkan ke hadirat Utsman bin Affan رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ.

Itu karena barakah beliau, rajin membaca dan memperdalam ilmu Al-Qur’an. Beliau juga berjasa menyeragamkan Al-Qur’an untuk umat Islam.[8] Oleh karena itu, di dalam Hadits shahih telah tertulis:
“Sesungguhnya Allah telah melipatkan bumi untukku, hingga saya menyaksikan bagian Timur-timur dan Barat-barat bumi. Dan sungguh wilayah kerajaan umatku, akan sampai ke wilayah yang telah dilipatkan untukku.”

Kini kitalah yang berbolak-balik, yakni tenggelam pada Janji Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya telah menetapi janjinya. Maka kita memohon agar Allah menjadikan kita beriman pada-Nya dan pada Rasul-Nya, dan agar kita mensyukuri nikmat, agar Dia ridha pada kita.

Renungan Cerita Masa Lalu : "Suamiku Madrasah Hatiku"

Sebagai seorang istri, apalagi pengantin baru yang masih abegeh (umurku baru 20 tahun waktu itu) lagi demen - demennya dipuji sama suami. Pokoknya gagal yang ini, usaha yang itu..kagak ade matinye...hehehe....
Nah...secaranya pengen dipuji pinter berhemat, kalau belanja selalu ke pasar tradisional. Yang harganya murah dan masih bisa ditawar......
Bang berapa cabe? sekilonya 9 ribu... jadi seperapat berapa pak? 2250 neng... udah buletin aja 2000 pak....wah... kejauhan neng... 2200 aja neng... ya udah pak...seperapat yaa... padahal turun gocap doang ngobrolin tawar menawarnya ngabisin energi setara 1 gorengan seribuan  tapi dengan alibi yang disasari ke O'onan akut bilang...jangan nyepelein 50 perak. 1 Milyard juga kagak bakalan jadi 1 Milyard kalau kurang gocap. Ish...ish...tekor sist...tekor..... Nah...kalau anda menemui orang macam ini, bantulah dia dengan memukul kepalanya dengan pantat paci, mungkin dia gak mampu berpikir karena otaknya terlalu keras.
Biasanya muka suami udah belipet sambil lipet tangannya di dada liat istrinya nawar. Tapi istrinya cuek....PeDe ngerasa hebring... jiaahh hebring... bahasa abad firaun sunatan banget.... 
Tibalah suatu hari, kakang raja udah duluan bawa belanjaan ke mobil, istri medit nya jalan di belakangnya disapa kakek penjual tanaman rambutan dan mangga. Neng.. beli neng taneman saya, pengen pulang bapak.
Triiiiiiing... teringatlah si istri medit ini sama halaman luas yang cuma ditanami rumput...kayaknyaa boleh juga niih ditanemin ini....
Berapaan Mang?
10 ribuan aja neng biar cepet. jadi semuanya 50 ribu...kata si bapak
Triiiing.... kemarin nanya di tukang taneman keliling 1 nya 25 ribu gak kurang lagi... hati girang dooong... tapiiii...mikir... cobain di tawar deh...
Halah pak.... kalau mau cepet mah 20 ribu aja..... kata mak medit belagak cool....
25 aja deh neng biar bisa pulang nih bapak. ..
Ya udah deh... saya beli... tapi anterin ke mobil yaa...
Iya neng...
Sampai mobil, kakang raja bingung istrinya beli taneman banyak banget. Tapi dia lebih bingung lagi liat istrinya ngasih uang 25 ribu ke si bapak tua. 25 ribu dijaman 16 tahun lalu itu banyak lhoooo kalau buat dikasih ke tukang kuli angkut. dulu tarifnya masih 1000.
Kamu gak salah ngasih duit tuh? tanyanya penasaran.
Enggak.... kenapa? xixixi taraaaa...aku keren kan nawar nya... 5 pohon dapet 25 ribu kata si istri medit.
Astaga.... itu pedagang? bukan kuli angkut? si bapak tadi jualan tanaman ini? berapa dia jual? si istri medit diberondong pertanyaan.
Dia nawarin 50 ribu, aku tawar 20 ribu gak dikasih, jadinya 25 soalnya si bapaknya mau buru-buru pulang. Jawab si istri medit masih dengan ceria.
Gilaaaaaa, bentak suaminya... Kejar pedagangnya...bayar dengan harga sewajarnya. kalau di tukang bunga harganya 25 ribu berarti di kali 5 jadi 125 ribu. Bayar 125 ribu... katanya dengan suara tinggi
Kenapa??? kan bapaknya aja mau kok jual denganku segitu... istri medit mulai kebingungan dan ketakutan.
Jangan banyak omong... kejar pedagangnya bayar 125 ribu, apa aku buang taneman taneman ini keluar...tegas kakang suami lagi.
Si istri medit lari terbirit-birit ngejar pedagang taneman, yang lagi nunggu angkot.
Pak....pak... saya mau nambahin bayar taneman.... teriaknya sambil berlari.
Si pedagang tanaman memeriksa uangnya. Bener kok neng 25 ribu, katanya memastikan.
Enggak pak... kata suami saya bayarnya harus 125 ribu, ini 100 ribunya.
Kan tadi enengnya nawar 25 ribu bukan 125 ribu. Si bapak mulai kebingungan.
Enggak pak..sama suami saya gak boleh.. katanya harus belinya dengan harga yang sesuai. jadi sama dengan tukang tanaman keliling 25 ribuan dikali 5 jadi 125 ribu. Ini 100 ribuannya... terima ya pak...nanti saya dimarahin sama suami saya.
Tiba-tiba si bapak teriak.... Ya Allah...Alhamdulillah ya Allah..... ini jawaban doa saya. Neng... dari subuh bapak jualan, ngejual 20 ribuan satu gak ada yang mau beli, jangankan nawar. Noleh aja enggak. Bapak udah sedih, anak istri di rumah mau makan apa. Mana yang kecil lagi panas badannya. Hari makin siang, kalau tanaman dibawa pulang ongkos angkotnya mahal. Jadi bapak mah yang penting bisa cepet pulang aja mikirnya, biar bisa ke hutan cari singkong atau talas buat anak istri makan. Ini aja udah Alhamdulillah dibantu eneng jadi bapak bisa pulang. Malah ditambahin lagi.... Ya Allah...neng... nuhun yaaa.... suaminya orang baik neng... enengnya juga nurut sama suami... mudah-mudahan rumah tangganya barokah, rejekinya melimpah yaa neng... bapak mau buru-buru pulang biar istri sama anak bapak seneng katanya dengan berkaca-kaca.
Si istri medit tercekat, menyesal setengah mati atas prilakunya. Cuma bisa diam 1000 bahasa, Mulut terkunci sambil berjalan lunglai menuju parkiran mobil.
Di mobil suami shalih menunggu, sambil mulai mengendarai mobil ia menasehati istrinya yang medit....
Ayang lain kali gak boleh begitu. Nawar jangan kebangetan. Kayak bapak itu dia kan nyari uang buat makan. Coba kamu pikir, berapa waktu yang dibutuhin buat nyangkok tanaman itu. Selama itu dia butuh makan, butuh hidup. Kamu bandingin sama 25 ribu itu, apa itu pantas? Nanti tanamanya berbuah kita makan, apa enak sementara pedagangnya jual sengsara? Jangan nyusahin orang yang cari makan. Kita kan alhamdulillah gak sampe kayak gitu nyari makan. Ya... lain kali gak boleh kayak gitu yaaa... maaf yaa tadi aku bentak.... katanya sambil mengusap kepala istrinya.
Dia tidak tahu kalau Air mata istrinya mengalir..bukan karena dibentak....tapi karena malu atas prilaku serakah dirinya sendiri, hingga hampir menghisap darah orang lain.... Dia merasa malu pada Allah, malu pada bapak pedagang buah dan malu pada suami shalihnya atas kepicikannya.
Sejak saat itu, tak pernah lagi berani menawar pada para pedagang kecil. Mungkin kita adalah bagian dari doa mereka, semoga tangan kita adalah tangan yang terpilih meringankan beban orang lain. Suamiku, engkaulah madrasah hatiku, I Love you full..!!!

Siapakah Sebenarnya Dr. Zakir Naik ?


 


Siapa yang tak kenal Dr. Zakir Naik ?
 
Disarikan dari wikipedia, nama lengkapnya adalah Zakir Abdul Karim terlahir pada 18 Oktober, 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu).

Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang berkecimpung dalam dakwah Islam dan perbandingan agama.
Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja Muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis, Peace TV dari Mumbai, India.
Jika kita melihat tayangan video di Youtube, debat dan cermah Dr. Naik seringkali dihadiri oleh ribuan jamaah. tidak hanya hanya orang Islam saja juga oleh kristen, hindu, budha, bahkan ateisme yang kerap kali menjadi jamaah dan mengambil kesampatan pada sesi tanya-jawab.
Ketika diberi pertanyaan yang tak jarang menentang Islam, ia selalu mengawali jawabannya dengan memuji pertanyaan yang dilontarkan penanya, lalu menjawab dengan sistematik, Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan tersebut dari mendasar kemudian dengan pengandaian-pengandaian yang dengan mudah ditangkap akal sehat, serta tak lupa ia sertai dengan dalil-dalil yang lebih meyakinkan para penanya.

Dr. Zakir Naik dengan kemampuan yang dimilikinya berupa hafalan yang teramat kuat tidak hanya mampu menghafalkan Al-Qur’an dan Shahih Bukhari Muslim, akan tetapi beliau juga telah menguasai kitab Weda, Tripitaka, Bhagavad gita, bahkan telah menggerakkan hati ribuan penganut Hindu di India dan menjadi mu’allaf. Beliau tanpa ragu-ragu juga mengoreksi pastur dan pendeta jika mereka salah dalam mengutip ayat-ayat dalam bibble atau injil.

Bahkan Zakir Naik sempat membuat kemarahan komunitas Syiah dalam Konferensi Damai di Mumbai pada tahun 2007, ketika ia menyebutkan kata-kata “Radhiyallah taa’la anhu” (Semoga Allah meridhoinya) untuk Yazid. Dan sekarang mulai terlihat orang-orang yang tidak bertanggung jawab mulai menebar fitnah. Setelah Orang-orang Syiah, musuh-musuhnya yang lainnya pun mulai menghembuskan isu Wahabi kepada Dr. Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik sendiri memiliki tokoh yang menjadi inspirasinya yakni Ahmed Deedat. Namun, Dr. Zakir Naik tidak memiliki banyak agenda Debat Terbuka layaknya Ahmed Deedat karena hampir semua tantangan debat yang dilayangkan oleh Dr. Zakir Naik tidak mendapat respon dari gereja-gereja, bahkan sampai sekarang belum ada berita apakah ada Pendeta yang berani berhadapan langsung dengan beliau. Oleh karena itu, Dr. Zakir Naik dijuluki “Ahmed Deedat Plus” yang telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengan beliau yang argumentasinya belum pernah terpatahkan.

Dakwah-dakwahnya disampaikan dengan mudah dapat diakses melalui situs youtube yang kebanyakan berasal dari saluran Peace TV yang direkam dengan kefasihan beliau dalam berbahasa Inggris, bahkan beberapa telah disertai subtitle Indonesia.